Demokrat NTB Dukung TGB di Pilpres

TGB KH M Zainul Majdi
TGB KH M Zainul Majdi (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAMGubernur NTB, TGB KH M Zainul Majdi yang namanya kian mentereng di kancah nasional, meyakini bahwa orang-orang NTB bisa berkompetisi di tingkat nasional. Namun, syaratnya haruslah diberikan ruang yang sama seperti daerah lainnya.

Menurutnya, sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki putra putri NTB tidak jauh berbeda dengan daerah lain. Persoalannya selama ini, ada atau tidaknya ruang yang diberikan untuk berkompetisi tersebut. “Kita bisa kok berprestasi, bersaing dan berkompetisi selama ada ruang yang diberikan dengan adil. Ini tidak hanya soal pilpres saja,” ujarnya usai mengikuti rapat paripurna di DPRD NTB, Senin kemarin (26/3).

Namanya yang semakin santer dikenal di kancah nasional, menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kepercayaan anak-anak muda NTB. Mengingat, ada kesan selama ini bahwa orang NTB akan kesulitan jika bertarung di kancah nasional seperti pemilihan presiden (pilpres). “Salah satu niat saya safari dakwah, melalui ini saya berharap anak-anak muda NTB juga semakin percaya diri. NTB juga bisa semakin dikenal,” katanya.

TGB sendiri mengapresiasi banyaknya aspirasi dari berbagai daerah yang menginginkan dirinya bisa maju di pilpres. Apalagi, namanya telah masuk dalam bursa beberapa lembaga survei menjadi kandidiat yang layak diperhitungkan untuk pilpres 2019 mendatang.

Bagi seorang TGB, adanya aspirasi tersebut merupakan sebuah kehormatan. Terutama bagi masyarakat NTB sendiri. Itu artinya, saat ini orang NTB sudah mulai diperhitungkan di tingkat kepemimpinan nasional. Selama ini, tidak pernah ada satupun orang NTB yang bisa menjadi calon presiden maupun calon wkail presiden. Bahkan menduduki jabatan menteri saja, hanya 1 orang yang pernah sejak Indonesia merdeka. “Yang harus diingat, kita ini kan biasa-biasa saja jika dibandingkan dengan yang lain. Jadi ikhlas saja, kita utamakan dakwah. Makanya saya selalu ingatkan agar kita tidak pertentangkan keislaman dan kebangsaan, dakwah harus tetap,” ucapnya.

Sikap TGB yang tanpa ambisi tersebut, membuatnya juga belum memikirkan jalur mana yang akan digunakan untuk bertarung di pilpres. Mengingat, partai Demokrat sendiri masih memiliki Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). “Kan masih jauh, gak kita tahu apa yang terjadi besok. Kita berikan yang terbaik saja, hadirkan ide-ide yang baik bagi masyarakat. Selebihnya Allah yang ngatur,” kata gubernur penghafal Alquran ini.

Terkait dengan komunikasi politik yang telah dilakukan saat ini, TGB masih ingin menyimpannya rapat-rapat. Padahal, TGB menjadi salah satu orang yang digadang-gadang bisa mendampingi Joko Widodo maupun Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Meskipun saat ini TGB enggan membuka ke publik seperti apa komunikasinya dengan calon kandidat lainnya, TGB berikan isyarat semua itu dalam waktu dekat akan terungkap juga. “Kita wawancara berikutnya saya jawab,” tutup TGB sembari menaiki kendaraannya.

Ketua DPD Demokrat NTB, TGH Mahalli Fikri menegaskan, sikap DPD sudah jelas sesuai dengan hasil rapat kerja daerah (Rakerda) beberapa waktu lalu di pulau Sumbawa. “Rakerda memutuskan agar DPD Demokrat NTB menyampaikan usulan ke DPP agar pertimbangkan salah satu kader Partai Demokrat untuk diajuan menjadi capres atau cawapres adalah TGB,” ungkapnya usai berbincang dengan TGB.

Meskipun begitu, dirinya selaku kader tentu saja akan taat dan patuh pada keputusan partai nantinya. “Kita mendukung sih kader Demokrat, siapapun nanti yang diputuskan partai. Kalau sekarang belum ada keputusan. Masa gak kita dukung orang kita, tapi jangan mengadu antara TGB dan AHY,” pesannya. (zwr)