Ali BD Ajak Tiru Perjuangan TGH Ali Batu

Dukungan Umat Hindu Terus Mengalir

Ali BD Ajak Tiru Perjuangan TGH Ali Batu
DISAMBUT HANGAT:Calon gubernur dari jalur independen H Moch Ali Bin Dahlan disambut hangat warga di Desa Gelanggang Kecamatan Sakra Timur, Senin kemarin (26/2). (tim/)

SELONG – Sosok calon gubernur dari  jalur independen H Moch Ali Bin Dahlan (Ali BD) dinilai memiliki komitmen kuat dalam memajukan dunia pendidikan.

Ali BD selama ini konsen membangun dunia pendidikan terutama di Lombok Timur. Terbukti dengan sejumlah lembaga pendidikan yang dimilikinya. Mulai dari lembaga SMA sederajat hingga perguruan tinggi. Karena itu, Ali BD pun diundang dalam acara peletakan batu pertama pembangunan SMK Syeikh Ali Batu di Sakra Timur.

Dalam kesempatan itu, Ali BD  mengingatkan  mendirikan sekolah tidak boleh ada tujuan untuk mencari keuntungan. Jika membangun pendidikan hanya bertujuan untuk mencari keuntungan, maka apa yang didapatkan hanyalah kerugian. Pengabdian di bidang pendidikan haruslah diniatkan untuk amal. “Jangan ambil keuntungan dari dunia pendidikan. Kepuasan batin dan amal jariah tidak pernah ada yang jual,” terang Ali BD.

Ia memberikan contoh dirinya membangun Universitas Gunung Rinjani (UGR) di Lombok Timur. Ia menegaskan tidak pernah membiarkan dunia pendidikan dikotori oleh kepentingan apa pun. Dikarenakan Ali BD ingin tetap menjaga kemurnian ilmu di dalamnya. “Saya punya Universitas Gunung Rinjani (UGR). Alumninya lebih dari 3 ribu tetapi tidak pernah saya minta atau suruh pilih saya. Karena kita harus menjaga kemurnian amal jariah supaya tetap suci dan murni,” pungkasnya.

Ali BD menambahkan, yayasan pendidikan itu sangat penting. Karena tanpa kehadiran yayasan, ponpes atau sekolah swasta negara ini akan gelap gulita. Khususnya Yayasan TGH Ali Batu, ia menilai yayasan pendidikan ini sangat penting dibangun karena sosok Syeikh TGH Ali Batu diungkapkannya adalah tokoh ilmu tarekat dan juga sebagai pendiri tarekat di Lombok. Hal ini menurutnya harus diketahui oleh generasi muda.

Sama seperti tokoh ulama lainnya yang ada di Pulau Lombok, TGH Ali Batu merupakan seorang pahlawan yang telah banyak berjuang untuk negara dan daerah. “Beliau adalah pejuang keadilan dan kebenaran pada tahun 1870-an lalu atau sekitar 140 tahun silam,” kata Ali BD. 

Sosok TGH Ali Batu mengajak pada jalan yang mengarah kepada hakikat iman dan kebenaran. Sesuai dengan tuntunan Alquran yang intisarinya menjelaskan bahwa tidak ada manusia yang gagah atau manusia yang bergelar. Tetapi dikatakan kepada manusia yang beriman untuk memperbaiki hatinya untuk mendapatkan jiwa yang tenang. Dimana inilah yang kemudian manjadi ajaran TGH Ali Batu. Ahli tarekat ditegaskan Ali BD bukan hubbuddunya atau cinta pada dunia dan cinta pada harta.  “Begitu juga dengan ketika berdoa, doa orang yang beriman adalah untuk meminta keselamatan di dunia bukan cinta dunia,” jelasnya.

Sehingga, pria yang akrab disapa Amaq Asrul ini menegaskan meskipun seorang manusia menjadi gubernur, bupati, kades ia tidak boleh memuja dirinya. Menjadi pemimpin ditegaskannya bukan untuk dipuja atau dibanggakan. Apalagi bertujuan untuk mencari uang. “Kalau tujuannya uang, dia tidak memahami aliran tarekat,” cetusnya.

Sejarah mencatat, TGH Ali Batu tidak ingin membiarkan ada penindasan. Sehingga, sosok TGH Ali Batu dikatakan Ali BD sejajar dengan kakeknya TGH Umar Kelayu atau tokoh ulama di Pulau Lombok lainnya. Mereka hidup sederhana dan apa adanya. Tidak pernah menggunakan seragam juga tidak pernah mengharapkan pangkat. “Pangkat yang perlu disandang adalah bagaimana marwah warga dijaga. Yang dibawa mati adalah amal ibadah. Bangun sekolah bagus untuk amaliah,” ucap Bupati Lotim dua periode tersebut.

Keberadaan yayasan pendidikan dijelaskan akan sambung memyambung pengkaderan. Bagian dari transformasi pengetahuan.

Sementara pada Jumat malam lalu (23/3) calon gubernur NTB dari jalur independen, Ali BD bersilaturahmi dengan  banjar umat Hindu ada di sejumlah kelurahan di Kota Mataram. Ali BD  berharap kepada  banjar umat Hindu harus kuat dan solid. Ditegaskan, tidak boleh ada diskriminasi dalam kehidupan bermasyarakat di NTB, baik dari segi pendidikan dan budaya.” Banjar harus kuat dan solid,” katanya didampingi calon wakil gubernur NTB, TGH Lalu Gede Sakti.

Pada kesempatan itu, paslon nomor urut 4 tersebut mendengarkan langsung aspirasi dan harapan terkait dengan persoalan yang  dihadapi umat Hindu di Kota Mataram.

Diantaranya, terkait dengan persoalan tanah ulayat banjar di di lingkungan Pure Dalem Karang Jangkok tidak kunjung selesai persoalannya. Bahkan, sejumlah warga harus berurusan dengan persoalan hukum terkait kasus tersebut. Pihaknya berharap, paslon Ali- Sakti punya niat baik untuk umat Hindu  guna menyelesaikan persoalan tersebut. ” Kami berharap masalah tanah ulayat Pure Dalem bisa diselesaikan Ali-Sakti, jika memimpin NTB kedepan,” kata Putu Wijaya, salah satu tokoh umat Hindu di lingkungan Banjar Panaraga Utara.

Ia pun meminta kepada Ali- Sakti, jika memimpin NTB kedepan tidak boleh ada diskriminasi karena perbedaan agama, tradisi, adat istiadat dan budaya setempat.

Mendengar aspirasi dan harapan tersebut. Ali BD menegaskan bahwa tanah ulayat tidak boleh dimiliki perseorangan. Oleh karena itu, dirinya sangat mendukung upaya banjar untuk melakukan gugatan terhadap persoalan tanah ulayat terjadi di Pure Dalem Karang Jangkok tersebut. ” Tanah ulayat Karang Jangkok adalah hak banjar. Jadi tidak boleh dimiliki perorangan. Jika dimiliki perorangan itu adalah perampasan. Jadi banjar harus gugat itu,” tegasnya.

Baginya, tanah ulayat di Pure Dalem tersebut adalah miliki banjar umat Hindu yang harus tetap dijaga dan dilestarikan. Ia pun mengatakan, ada banyak kasus tanah ulayat banjar berpindah kepemilikan menjadi milik perseorangan di Kota Mataram.

Baginya itu adalah perampasan tanah ulayat. Oleh karena itu, untuk mencegah ada masalah seperti itu kembali terjadi di kemudian hari, maka ia berharap kepada banjar untuk kuat dan solid.

 Ali BD menegskan selaku Bupati Lombok Timur, dirinya pun sering membantu Parisada Hindu Lombok Timur dalam berkegiatan yang dilakoninya. Baginya, apa dilakukan sebagai kepala daerah untuk memberikan pengayoman dan pelakuan adil bagi semua pihak baik mayoritas dan minoritas.

Dalam kesempatan itu, umat Hindu berasal dari sejumlah banjar di kota Mataram menyatakan dukungan dan siap memenangkan paslon nomor urut 4, Ali- Sakti di pilkada NTB.” Kita siap menangkan Ali-Sakti,” kata I Gede Windia tokoh umat Hindu.(tim)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut