9.855 Warga NTB Sakit Jiwa Berat

ORANG BILA : Dirut RSJ Mutiara Sukma Provinsi NTB, Elly Rosila Wijaya dan Kabid Binkesmas Dikes NTB Lalu Budarja saat jumpa pers tentang orang gila pada Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) di kantor Gubernur, Senin kemarin (10/10) (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Direktur Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Provinsi NTB, Elly Rosila Wijaya mengungkapkan, jumlah orang gila atau masyarakat yang mengalami sakt jiwa berat saat ini mencapai 9.855 orang.

Data tersebut berdasarkan hasil  penelitian yang dilakukan pihak berwenang.Menurut Elly Rosila, hal yang lebih memprihatinkan lagi, sekitar 14,3 persen dari orang gila diperlakukan tidak manusiawi. “Mereka dipasung oleh keluarganya karena dianggap membahayakan, padahal orang gila juga manusia  yang memiliki perasaan,” ucapnya saat memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) di kantor Gubernur, Senin kemarin (10/10).

Dikatakan, sudah terlalu sering orang gila tidak mendapatkan pelayaan kesehatan yang memadai. Selain itu, para penyedia anggaran juga tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap kebutuhan orang gila.

Untuk di RSJ Mutiara Sukma, pelayanan kesehatan sangat diutamakan. Hal itu diuktikan dengan akreditasi paripurna yang didapatkan dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). “Bukan hanya yang ada di lingkungan rumah sakit, kami juga berkomitmen untuk menyelamatkan orang gila yang masih terpasung di rumahnya,” ujar Elly.

Sepanjang tahun 2016 ini, jumlah pasien yang rawat inap di RSJ baru mencapai 749 orang. Sedangkan pada tahun 2015 sebanyak 1296 orang dan 2014 sebanyak 1270 orang. “Peran Puskesmas ingin kita maksimalkan juga, biar akses masyarakat semakinmudah. Apalagi masyarakat yang sakit mental atau emosionalnya di NTB cukup tinggi mencapai angka 12,8 persen dari penduduk NTB.

Dijelaskkan, terdapat berbagai faktor penyebab orang gila. Namun secara umum disebabkan faktor genetik, artinya sesorang akan mudah jadi gila karena memang garis keturunan. Selain itu, kematangan pribadi seseorang juga sangat mempengaruhi, terutama ketika menghadapi masalah-masalah besar dalam hidupnya.

RSJ tidak hanya menangani pasien sakit jiwa, tetapi juga melakukan pelayanan promosi, prevensi, terapi sampai rehabilitasi kesehatan jiwa dannapza. “Kita juga ada rawat jalan, memperhatikan kesehatan jiwa anak dan banyak lagi. Yang paling penting itu juga pencegahanatau pertolongan pertama,” katanya.

RSJ Mutiara Sukma saat ini sudah banyak melakukan perubahan model perawatan. Tujuannya untuk memberikan mutu pelayanan yang baik dan memperlakukan orang gila secara manusiawi. Saat ini di RSJ, tidak ada lagi ruang perawatan yang menggunakan kerangkeng seperti masa lalu, bahkan ruang perawatan kelas III pun dibuat senyaman mungkin seperti suasana rumah.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Kesehatan masyarakat (Binkesmas) Dinas Kesehatan NTB Lalu Budarja menyampaikan, sampai saat ini sudah 568 orang gila yang dipasung oleh keluarganya telah ditemukan. Dikes kemudian mengupayakan untuk pemulihan dan memberikannya layanan kesehatan dengan baik.

Budarja mengaku sangat prihatin dengan fenomena pemasungan, bahkan ada yang telah dipasung selama 15 tahun. “Tapi buktinya, setelah kita lepas pasungnya dan kita obati, mereka sehat kok,” ucapnya.

Untuk meminimalisir kekerasan seperti pemasungan, sebanyak 158 Puskesmas telah dilatih mengantisipasi hal tersebut. Keluarga maupun pasien bisa memanfaatkan Puskesmas untuk konsultasi. “Kita harapkan perhatian dari pemerintah Kabupaten/Kota juga,” tandasnya. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid