Hotel Penuh, Kamar Rumah Sakit Disulap Jadi Hotel

MATARAM-Rumah Sakit Islam Siti Hajar menyulap kamar pasien miliknya menjadi kamar hotel bagi para tamu yang datang ke Mataram untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional yang ke XXVI di Mataram.

Sebagaimana informasi yang diterima oleh Asosiasi Hotel Mataram (AHM) dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram. Bahwa di RSI memanfaatkan sekitar 40 kamar kelas VIP menjadi tempat menginap bagi para tamu MTQ yang datang ke Mataram.

Ketua AHM Reza Bovier mengatakan dari 4.103   jumlah kamar yang ada di Mataram semuanya sudah diterisi penuh, tidak ada yang kosong. Bahkan rumah sakit dan rumah warga juga disewa oleh tamu." RSI Siti Hajar menyewakan kamar VIP nya kepada tamu." ungkap Reza saat ditemui diruang kerjanya. (28/7) kemarin.

Reza mengatakan, khususnya untuk tamu MTQ dari AHM sudah menyampaikan kepada semua pengelola hotel untuk mengutamakan pelayanan kepada para peserta kafilah yang menginap dimasing-masing hotel.

Terutama menyiapkan makanan dan minuman para peserya MTQ." Saya tekankan semua peserta harus keyang sebelum mereka berlomba," tegasnya.

Untuk peningkatan pelayanan sendiri. AHM juga mengimbau kepada semua pengelola hotel untuk bisa menyiapkan cindramata bagi para tamu uang menginap. Seperti yang ia lakukan sendiri dihotelnya di Hotel Santika  Reza memberikan souvenir gantungan kunci kepada semua tamu yang menginap di hotelnya.

BACA JUGA :  Mohan Akhirnya Mau Tempati Rumah Dinas

Di Hotel Santika sendiri tempat menginapnya Kafilah dari Provinsi Jawa Barat. Dimana jumlah kamar yang diboking oleh kafilah Jawa Barat sebanyak  100 kamar. Termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur juga akan menginap di hotel ini." Mulai kemarin mereka sudah mulai datang." ugkapnta.

Namun kedatangan kafilah dari Jawa Barat ini tidak bisa datang bersamaan, karena terkendala penerbangan." Ini datangnya tidak bersamaan, karena terkendala konektivitas." tegasnya.

Dengan sudah fulnya kamar hotel di Mataram, maka tidak ada lagi kamar bagi para tamu hotel yang datang tiba-tiba dan mencari kamar hotel. "  Tidak ada kamar untuk tamu yang mendadak." tegasnya.

Sementara itu di Fave Hotel Mataram Lombok ditempati oleh tiga Kafilah yang berasal dari Provinsi Jambi. Provinsi Lampung dan  Kalimantan Utara." Dihotel kami ada 3 kafilah dengan jumlah kamar 85 kamar," ungkap Yono Sulistyo Meneger Fave Hotel Lombok Mataram.

Kepala Dinas Budpar Kota Mataram H.Abdul Latif Najib yang dikonformasi membenarkan kalau RS Siti Hajar menggunakan kamar VIP pasiennya menjadi tempat menginap tamu MTQ. Jumlah kamar yang dipakai sebanyak 40 kamar, tetapi kamar ini kamar VIP baru yang belum dipakai oleh pasien. " Kamarnya baru belum ditempati oleh pasien." tegasnya.(ami)