80.830 Orang di NTB Masih Jadi Pengangguran

Wahyudin (RATNA / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat jumlah pengangguran NTB pada tahun 2022 mencapai 80.830 jiwa. Jumlah tersebut berkurang sebanyak 1.660 orang dibandigkan dengan jumlah pengangguran tahun 2021 sebanyak 82.490 orang.

“Data pengangguran terakhir yang kita miliki adalah keadaan Agustus 2022, yakni sebesar 2,89 persen atau sekitar 80.830 jiwa,” sebut Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin, Senin (20/2).

Ia menyebut dari 80.830 jiwa yang dikelompokkan sebagai pengangguran,  sebanyak 1,37 persen atau sekitar 54.080 orang adalah penduduk usia kerja yang terdampak akibat pandemi Covid-19, dengan rincian 2.610 orang pengangguran, karena Covid-19 dan 6.800 orang Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19, serta 2.560 orang tidak bekerja karena Covid-19. Sisanya 42.010 orang penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja, karena Covid-19.

Baca Juga :  Pekerja Bergaji di Bawah Rp 3,5 Juta Dapat Subsidi Upah Rp 1 Juta

Wahyudin menilai untuk sementara waktu, adanya isu krisis ekonomi global tidak akan berdampak besar terhadap tingkat pengangguran di NTB. Sebab NTB punya sektor pertanian yang bisa menopang kehidupan sebagian besar masyarakat NTB. Namun demikian untuk jangka panjang, bisa saja terjadi pengingkatan jumlah pengangguran di NTB, tapi jumlahnya tidak terlalu banyak.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja. Apabila dilihat dari tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan. TPT pada Agustus 2022 memiliki pola yang hampir sama dengan Agustus 2021. Pada Agustus 2022, TPT dari tamatan SMA Kejuruan masih merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya yaitu sebesar 6,99 persen.

Baca Juga :  16 Kecamatan di Lotim Dinyatakan Bebas Covid-19

Sementara TPT yang paling rendah adalah mereka dengan pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah yaitu sebesar 1,23 persen. Dibandingkan Agustus 2021, kategori pendidikan yang mengalami penurunan TPT adalah untuk tamatan SMA Kejuruan yang turun sebesar 0,80 persen poin, diikuti dengan pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah turun sebesar 0,29 persen poin, dan tamatan Universitas yang turun sebesar 0,06 persen poin. (cr-rat)

Komentar Anda