78 Ribu Ton Pupuk Urea Bersubsidi Sudah Tersalur

Stok Pupuk Bersubsidi
Ilustrasi Pupuk

MATARAM–Intensitas musim hujan yang cukup panjang di tahun 2017 ini, akan berdampak terhadap musim tanam padi bagi petani yang ada di Provinsi NTB. Hal tersebut dipastikan akan berdampak terhadap permintaan pupuk jenis urea untuk program subsidi yang meningkat.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perkebunan diharapkan sebaiknya mengajukan penambahan realokasi pupuk bersubsidi jenis urea.

Kepala Pemasaran PKT Provinsi NTB, Rochmansyah mengatakan, secara umum stok kuota pupuk urea bersubsidi untuk Provinsi NTB di musim tanam tahun 2017 dalam kondisi aman. Hanya saja, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pupuk besubsidi, karena intensitas musim hujan yang cukup panjang di tahun 2017 ini, sehingga musim tanam juga bertambah, maka perlu dilakukan antisipasi tambahan kuota pupuk bersubsidi.

“Kami sudah bertemu dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB mengenai kemungkinan penambahan kuota alokasi pupuk bersubsidi. Kita inginkan Agustus 2017 ini sudah ada pengajuan penambahan kuota pupuk urea ke Kementan RI,” kata Rochmansyah, Ahad kemarin (9/7).

Pada semester I tahun 2017 ini, Pupuk Kaltim Cabang Pemasaran NTB telah menyalurkan pupuk bersubsidi urea sebanyak 78 ribu ton dari total kuota alokasi pupuk bersubsidi untuk NTB sebanyak 125 ribu ton. Hanya saja, jika melihat kondisi sekarang ini terkait serapan dan permintaan penyaluran pupuk di  musim tanam sekarang ini, maka sangat penting bagi Pemprov NTB untuk mengajukan penambahan kuota alokasi pupuk bersubsidi untuk urea.

“Kalau dari stok untuk sesuai kuota pupuk bersubsidi dalam kondisi aman. Tapi perlu ada antisipasi untuk meningkatnya permintaan pupuk subsidi,” ujar Rochmansyah.

Sementara itu, Staf Pemasaran Pupuk Kaltim Provinsi NTB, Slamet Mariono menambahkan, hingga saat ini stok untuk kuota pupuk bersubsidi jenis urea masih ada sekitar 43 ribu ton atau aman sampai Oktober 2017 mendatang. Jika musim tanam rata di seluruh wilayah NTB karena musim hujan yang cukup panjang di tahun 2017 ini, maka permintaan penyaluran pupuk bersubsidi cukup tinggi.

“PKT sudah bertemu dengan Dinas Pertanian NTB terkait rencana pengajuan penambahan kuota pupuk bersusidi. Idealnya penambahan kuota pupuk bersubsidi itu sekitar 5 ribu ton sampai 10 ribu ton untuk cadangan,’ sebut Mariono.

Jika realokasi penambahan kuota pupuk bersubsidi untuk NTB disetujui oleh Kementan RI, maka secara total jatah untuk NTB sebanyak 143.260 ton khusus untuk pupuk urea bersubsidi.

Sementara itu, lanjut Mariono, selain adanya rencana permintaan realokasia penambahan kuota pupuk bersubsidi untuk tanaman pangan, Kementerian Pertanian RI juga telah menyetujui adanya penambahan kuota pupuk bersubsidi jenis urea khusus untuk pupuk jagung yang ada di Pulau Sumbawa. Penambahan kuota pupuk bersubsidi jenis urea yang sasarannya untuk tanaman jagung itu sebanyak 25 ribu ton.

“Untuk penambahan kuota alokasi pupuk bersubsidi jagung ini lebih khusus. Penambahan untuk jagung ini sudah disetujui, dan sekarang dalam proses pengiriman,” tutupnya. (luk)

BACA JUGA :  BI Bantu Petani Kembangkan Konsep Pertanian Terpadu