50 Kasus Baru Positif Corona, Lima Orang Meninggal

UPDATE : Data Perkembangan Covid-19 di NTB tanggal 1 Agustus 2020.
UPDATE : Data Perkembangan Covid-19 di NTB tanggal 1 Agustus 2020.
Advertisement

MATARAM – Penambahan kasus baru positif Covid-19 di NTB terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan, bahkan lebih banyak dibandingkan pasien sembuh.
Data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB mencatat pada Sabtu (1/8/2020) setelah memeriksa 565 sampel di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD R. Soedjono Selong hasilnya 481 sampel negatif, 34 sampel positif ulangan, dan 50 sampel kasus baru positif Covid-19.
Tambahan kasus baru postif didominasi pasien asal Kota Mataram dan Kota Bima masing-masing 15 orang, disusul Lombok Barat tujuh orang, Kabupaten Sumbawa lima orang, Lombok Timur empat orang, Kabupaten Sumbawa Barat dua orang, Kabupaten Bima satu orang dan satu orang pasien baru positif asal luar Provinsi NTB.
Sementara tambahan lima orang kasus baru meninggal, empat diantaranya kasus baru positif. Dua orang asal Lombok Timur yakni pasien nomor 2077 atas nama KP, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19. Pasien nomor 2078 atas nama S, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19.
Dua orang asal Lombok Barat yakni pasien nomor 2082 atas nama Z, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19. Pasien nomor 2083 atas nama ESB, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19. Selanjutnya, satu orang kasus meninggal merupakan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada tanggal 26 Juli 2020 lalu yakni Pasien nomor 1905 atas nama LM, laki-laki, usia 82 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid dan sempat dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB.
Pada hari yang sama terdapat tambahan 26 orang pasien sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif. Mereka yakni pasien asal Kota Mataram sebanyak 10 orang, Lombok Barat dua orang, Lombok Tengah satu orang, Kabupaten Sumbawa 10 orang, Kabupaten Bima satu orang, Kota Bima satu orang dan pasien luar Provinsi NTB satu orang. “Dengan adanya tambahan 50 kasus baru terkonfirmasi positif, 26 tambahan sembuh baru, dan lima kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (1/8/2020) sebanyak 2.115 orang, dengan perincian 1.316 orang sudah sembuh, 117 meninggal dunia, serta 682 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” jelas Sekretaris Daerah sekaligus Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Gita Ariadi melalui siaran persnya Sabtu malam.
Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 2.622 orang dengan perincian 469 orang (18%) PDP masih dalam pengawasan, 2.153 orang (82%) PDP selesai pengawasan/sembuh. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 7.270 orang, terdiri dari 319 orang (4%) masih dalam pemantauan dan 6.951 orang (96%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 16.657 orang, terdiri dari 2.024 orang (12%) masih dalam pemantauan dan 14.633 orang (88%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 70.484 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.299 orang (2%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 69.185 orang (98%).
Dijelaskan Gita, hingga saat ini penularan Covid-19 masih terus terjadi. Ini menunjukkan bahwa penularan virus ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik. Oleh karena itu, untuk bisa tetap produktif dan beraktivitas ditengah pandemi ini, membutuhkan satu syarat yang harus dipenuhi oleh seluruh masyarakat secara kolektif. Masyarakat tetap memakai masker pada saat beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak (physical distancing) atau tidak berkerumun, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Protokol kesehatan dan pencegahan ini harus terus diterapkan secara disiplin dan ketat sampai vaksin atau obat Covid-19 ditemukan, agar kasus positif baru dan korban meninggal dapat benar-benar kita tekan dan hentikan. ” Kepada seluruh petugas, baik dari jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB juga kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya, mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” imbauanya. (sal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid