19 Ribu Warga Mataram Nunggak Iuran BPJS Kesehatan

19 Ribu Warga Nunggak Iuran BPJS Kesehatan
KETERANGAN: Manajemen BPJS Kesehatan Cabang Mataram memberikan keterangan pers capaian kinerja BPJS Kesehatan Cabang Mataram 2017. (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Mataram mencatat sampai bulan Juli 2017 sebanyak 19.582 warga Kota Mataram menunggak pembayaran iuran BPJS Kesehatan yang lewat jalur mandiri. Nilai tunggakan mencapai Rp 9.631 miliar lebih.

Hal ini disampaikan Sri Wahyuni selaku Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Mataram kemarin.

Secara keseluruhan kata Sri, jumlah tunggakan BPJS Kesehatan mandiri se-wilayah kerja Cabang Mataram sebanyak  46.968 orang peserta dengan jumlah tunggakan senilai Rp 19.175 miliar lebih. “Jumlah tunggakan iuran sampai  bulan Juli mencapai Rp 19 miliar,” kata Sri.

Secara rinci jumlah peserta Mandiri BPJS Kesehatan terdiri dari Kota Mataram sebanyak 19.582 orang, Kabupaten Lombok Barat sebanyak 24.092 orang dengan nilai Rp 8.228 miliar, dan Kabupaten Lombok Utara sebanyak 3.294 orang dengan nilai 1.315 miliar lebih. Mereka yang nunggak terus ditagih.” Kita tetap melakukan penagihan kepada peserta,” ungkapnya.

Kepala Bidang Perluasan Peserta Kepatuhan BPJS Kesehatan Lalu Suryatna menjelaskan. BPJS Kesehatan kantor Ccbang Mataram yang mencakup Provinsi NTB, Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat dan Kabupeten Lombok Utara menargetkan pada tahun 2019 mendatang mencapai cakupan semesta 100 persen. Dimana sampai dengan 30 Juni 2017 jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Mataram mencapai 995-112 jiwa atau sebesar 70 pereen dan capaian program JKN-KIS terus meningkat.

Jumlah tersebut termasuk di dalamnya peserta yang didaftarkan dan diintegrasikan dengan program JKN-KIS oleh Pemerintah Provinsi NTB melalui program sebanyak 39.818 jiwa. Sedangkan untuk Pemerintah Kota Mataram sebanyak 13.627 jiwa, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sebanyak 7.337 jiwa dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sebanyak 10.000 jiwa. “Selama kurun waktu 3,5 tahun ini  kepesertaan 70 persen dan tahun 2019 targetkan pencapaian cakupan semesta 100 persen,” katanya.

Menurutnya, untuk pencapaian kepesertaan tersebut, BPJS Kesehatan melakukan berbagai langkah diantaranya penyediaan drop box di kantor kelurahan, kader JKN  bisa langsung datang ke kantor BPJS Kesehatan.

Sedangkan capaian terkait dengan  pertumbuhan jumlah peserta ini juga diiringi  pertumbuhan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerjasama juga ikut meningkat. Saat ini Kantor Cabang Mataram telah bermitra dengan 96 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), yang terdiri atas 36 Puskesmas, 34 Dokter Praktik Perorangan, 4 Dokter Praktik Gigi Perorangan, 12 Klinik Pratama, 5 klinik TNI 4 Klinik Polri, dan 1 RS D Pratama. Selain itu BPJS Kesehatan Cabang Mataram juga telah bekerjasama dengan 21 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 10 Rumah Sakit, 1 Apotek obat Kronis, 1 Apotek obat Rujuk Balik serta 10 Optik, “Kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah terhadap komitmen untuk menyukseskan Program JKN-KIS,” imbuhnya.

Selain komitmen dalam bentuk pembiayaan serta perluasan akses pelayanan melalui penyediaan fasilitas kesehatan, ke depan diharapkan peran pemerintah daerah juga makin dioptimalkan baik dari sisi kualitas dan mutu pelayanan kesehatan sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid