186 K2 Lombok Timur Gagal Daftar P3K

Rekrutmen PPPK
Rekrutmen PPPK

SELONG – Keputusan Kementerian Pendayagunaan Aparur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) untuk mengangkat pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K), tak bisa diganggu gugat.

Meski dengan berat hati, pemerintah daerah kabupaten/kota harus menjalankan program pemerintah pusat itu untuk membuka pendaftaran perekrutan P3K. Tak terkecuali Kabupaten Lombok Timur yang telah membuka pendaftaran bagi pelamar P3K selama dua hari yang telah ditentukan Sabtu-Minggu (16-17/2). Peserta yang notabene adalah honorer kategori dua (K2) itu pun tak tanggung-tanggung mendaftar.

Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lombok Timur mencatat, ada 508 orang pendaftar yang masuk ke data base. Terdiri dari tenaga guru 417 orang, tenaga keseharan 7 orang, dan penyuluh 84 orang. “Padahal berdasarkan data Kemenpan-RB data honorer K2 jumlahnya 721 orang. Yakni tenaga guru 618 orang, kesehatan 10 orang, dan penyuluh 93 orang. Tetapi setelah data honorer K2 ini ditransfer ke masing-masing daerah, data yang masuk ke data base kita hanya 694. Terdiri dari guru 598, tenaga kesehatan 10,  dan tenaga penyuluh 86 orang,” papar Kabid Data dan Formasi BKPSDM Lombok Timur, Yulian Ugi Lusianto, Senin kemarin (28/2).

Kata Yulian, pendaftaran P3K ini dikhususkan untuk tenaga eks honorer K2, tenaga dosen perguruan tinggi baru, dan penyuluh pertanian. Padahal, secara keuangan daerah belum siap membuka pendaftaran sehingga hampir semua daerah menolak. Tetapi, karena dibuka oleh pemerintah pusat secara nasional maka banyak guru yang mendaftar.

Dari jumlah eks K2 yang ada ini, katanya, masih ada yang eks kategori yang tidak bisa mendaftar. Kendalanya masih ada NIK kategori berberda dari NIK di KTP dengan NIK di akta kelahiran. Selain itu, ada juga eks tidak bisa mendaftar gara-gara umurnya melebihi dari standar yang telah ditentukan oleh pemerintah. “Jumlah pendaftar yang tidak bisa mendaftar jumlahnya 181 guru, 3 orang tenaga kesehatan, dan 2 orang penyuluh,” paparnya.

Yulian mengatakan, dengan dibuka pendaftaran P3K ini tentunya akan segera dinyatakan lulus. Tetapi hingga saat ini daerah sendiri belum siap menerima perekrutan untuk P3K ini dengan alasan gaji yang ditanggung oleh daerah. “Yang membuat daerah belum siap kan gaji yang dibebankan ke daerah, makanya ditolak oleh daerah lain. Tetapi pendaftaran ini dibuka dari pusat secara online,” akunya.

Salah seorang eks honorer K2 Lombok Timur, Aisyah mengaku senang dengan adanya pembukaan P3K oleh pemerintah. Dengan adanya perekrutan ini ia berharap bisa lulus, karena melihat dari usiannya, tingga 11 tahun dirinya akan pensiun. “Alhamdulillah saya bisa mendaftar, sekarang tinggal tes saja,” ucapnya.

Lain halnya dinyatakan salah satu guru eks K2, Yanti. Dia mengaku kecewa karena tidak bisa mendaftar gara-gara tidak mengetahui informasi. “Saya tahu pendaftaran tadi pagi saat saya tanyakan, ternyata pendaftaran sudah tutup. Padahal saya berharap bisa lulus,” katanya. (wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid