15 Sekolah Terpilih Menjadi Sekolah Penggerak

Salah satu SDN 23 Ampenan yang terpilih menjadi Sekolah Penggerak angkatan III. (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram M Yusuf mengatakan ada 15 sekolah di Kota Mataram yang terpilih menjadi pelaksanaan sekolah penggerak. Sebanyak 15 sekolah ini di semua jenjang mulai dari taman kanak-kanak (TK) Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta.

“Kita di Kota Mataram masuk angkatan ke 3 mengikuti PSP. Alhamdulillah, ada 15 sekolah di semua jenjang terpilih sebagai sekolah penggerak,” kata M Yusuf kepada Radar Lombok, Jumat (16/9).

Disebutkan, terdapat ada 4 TK yang semuanya adalah swasta yang menjadi PSP. Kemudian ada 9 SD negeri dan SD 1 swasta, serfta ada 1 SMP negeri yang terpilih menjadi PSP.

Kalau jenjang SMP hanya SMPN 10 Mataram yang menjadi PSP,” terangnya.

Dikatakan, sekolah penggerak ini dihajatkan untuk kemajuan dunia pendidikan.

Baca Juga :  Kemenag NTB Pastikan Tidak Ada Pungli PPDB di Madrasah

Untuk diketahui, nama-nama satuan pendidikan yang lulus menjadi PSP angkatan ke 3 se-Kota Mataram, diantaranya SDN 23 Ampenan,  SDN 10 Cakranegara, SDN 6 Cakranegara, SDN 9 Mataram, SDN 26 Mataram, SDN 32 Cakranegara,  SDN 23 Mataram,  SDN 29 Ampenan, SDN 16 Cakranegara dan SD Aisyiyah 2 Mataram. Untuk jenjang TK diantaranya, TK Dharma Wanita Persatuan Dikpora NTB, TK Fathul Mubin, TK Kemala Bhayangkari dan TK Kristen Tunas Daud Mataram. Sedangkan untuk SMP hanya SMPN 10 Mataram.

“Inilah yang lulus menjadi sekolah penggerak. Semoga yang lulus ini bisa mengimbaskan ke sekolah lainnya di Kota Mataram,” harapnya.

Selain itu, sekolah yang melaksanakan PSP selama 4 tahun tidak boleh dilakukan mutasi. Sebab PSP ini untuk melaksanakan program Kemendikbudristek RI. Nantinya sekolah yang lulus PSP ini yang akan melaksanakan kurikulum prototipe. Kurikulum Prototipe diharapkan akan mengakselerasi peningkatan mutu pendidikan. Selain itu, Kurikulum Prototipe mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, serta memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar.

Baca Juga :  PGRI NTB Minta Pemerintah Tetap Bolehkan Rekrut Guru Honor

Kurikulum prototipe memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran  berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter iman, taqwa, dan akhlak mulia, gotong royong, kebinekaan global,kemandirian, nalar kritis dan kreativitas. Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi dan fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid. Serta melakukan  penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

“Kurikulum prototipe memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran,” tandasnya. (adi)

Komentar Anda