15.756 UMKM Mataram Dapat BPUM

UMKM
UMKM : Kantor Dinas Koperasi dan UMKM masih menerima pendaftar pelaku UMKM untuk menerima bantuan BPUM Rp 2,4 juta dari pemerintah pusat.

MATARAM – Sebanyak 15.756 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Mataram dipastikan sudah menerima bantuan presiden usaha mikro (BPUM) sebesar Rp 2,4 juta dari pemerintah pusat.

Bantuan tersebut untuk pelaku UMKM yang terkena dampak akibat pandemi Covid-19. Dari hasil verifikasi maraton yang dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Mataram untuk diteruskan ke pemerintah pusat. Ada 15.756 UMKM sudah menerima bantuan dari pemerintah pusat tersebut. ‘’ Sampai dengan 10 November ini sudah ada 15.756 UMKM yang menerima BLT itu. Jadi per 10 November itu yang sudah menerima Rp 2,4 juta,’’ beber Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Mataram, I Gusti Ayu Yuliani, kemarin (12/11).

Beberapa hari ke depan, jumlah UMKM penerima BPUM bertambah banyak. Karena data yang masuk ke BRI selaku penyalur bantuan. Sebanyak 27.535 UMKM dan menungu pengecekan pihak bank. Kemudian nantinya diserahkan ke UMKM penerima bantuan. ‘’Memang ada selisih dari usulan kita. Kita itu sudah mengusulkan 26.615 UMKM per 10 November tapi di BRI ada sekitar 27.535 UMKM. Ternyata itu ada UMKM yang mendaftar secara online. Itulah yang tidak bisa kita pegang. Kita pegang itu yang mendaftar langsung ke kita,’’ katanya.   

Saat ini, pendaftaran UMKM untuk menerima BPUM masih dibuka sampai akhir November. Setelah itu, pendaftaran ditutup untuk dilakukan verifikasi dan diserahkan ke pemerintah pusat. Oleh pemerintah pusat kemudian memutuskan jumlah UMKM penerima BPUM secara keseluruhan. ‘’Pendaftarannya sampai akhir November. Terus nanti realisasinya sampai tanggal 15 Desember,’’ ungkapnya.

Oleh karenanya, pendaftaran masih dibuka setiap hari kerja. Sebelumnya, dinas koperasi sangat kewalahan menerima dan memproses UMKM yang mendaftar. Namun sekarang, bantuan datang dari Dinas Dukcapil untuk membantu verifikasi data UMKM. ‘’Dinas Dukcapil membantu kita. Mungkin sistemnya dia lebih bagus. Jadi lebih cepat kerjanya. Kita minta tolong dan saling bantu. Nanti dia verifikasi sebelum kita ajukan ke Kementerian Koperasi,’’ terangnya.

Tapi di balik pemberian BPUM untuk UMKM, cukup banyak informasi berseliweran. Terutama tentang yang mendaftar disinyalir bukan UMKM. Banyak pihak memanfaatkan peluang tersebut dengan mengaku sebagai UMKM dan mendaftar. Tentang kemungkinan ini, Yuliani mengaku potensi tersebut bisa saja terjadi. ‘’Nah itu dia. Karena kita tidak tahu apa benar mereka menjual cilok atau pelecing, gado-gado kita kurang faham. Tapi memang seperti itu yang terjadi. Kita berharap bantuan tidak disalahgunakan,’’ pungkasnya.

Asisten II Setda Kota Mataram, H Mahmudin Tura mengatakan, pendaftaran UMKM untuk menerima BLT masih dibuka sampai akhir November. Oleh karena itu, kesempatan itu harus dipergunakan sebaik-baiknya oleh masyarakat. (gal)

BACA JUGA :  UMKM Bisa Jadi Pemain Utama di MotoGP Nanti