1308 Peserta akan Ikuti Tour De France L’etafe Indonesia

M Samsul Qomar (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Ajang Tour De France L’etafe Indonesia dipastikan akan berlangsung pada 20 Februari mendatang. Ada ribuan peserta yang akan hadir untuk memeriahkan kegiatan yang d pusatkan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tersebut.

Hanya saja pesertanya cuma berasal dari dalam negeri saja, mengingat rencana akan mendatangkan peserta dari luar negeri terkendala kebijakan pemerintah dengan adanya karantina untuk mencegah penularan Covid-19.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Tengah, M Samsul Qomar yang juga merupakan panitia lokal kegiatan L’etafe Indonesia ini menyampaikan, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi untuk memastikan kelancaran dari kegiatan tersebut. Ada ribuan peserta yang sudah dipastikan akan memeriahkan kegiatan olahraga itu. “Peserta L’etafe Indonesia ada 1308 yang sudah rampung, tapi peserta ini tidak termasuk dari luar negeri, karena adanya kebijakan pemerintah tentang karantina. Peserta dari luar negeri tidak mau karantina, karena proses karantina selama lima hari dianggap terlalu lama,” ungkap M Samsul Qomar.

BACA JUGA :  RTH Tastura Dilengkapi Gedung Serbaguna

Jika peserta ini merupakan peserta nasional, kalaupun ada warga negara asing (WNA) yang menjadi peserta, maka mereka itu merupakan yang sudah lama menetap di Indonesia, sehingga tidak kena dengan kebijakan untuk melakukan karantina selama lima hari itu. “Dari 1308 peserta ini, sekitar 50-an peserta lokal atau dari Provinsi NTB,” terangnya.

Ditambahkan, peserta yang mengikuti Peserta L’etafe Indonesia adalah atlet amatiran, artinya atlet yang sudah profesional dilarang untuk ikut kegiatan. Rute dari kegiatan ini star dan finis di KEK Mandalika. Peserta menuju Praya Barat Daya sampai Selong Belanak, kemudian sampai Praya juga. ‘’Yang jelas peserta keliling, karena ada yang akan menempuh 120 Km dan ada 80 km,” ungkapnya.

Mantan anggota DPRD Lombok Tengah ini menambahkan, pihaknya masih berkoordinasi agar menjadi atensi berbagai pihak, termasuk pemkab mengenai jalur yang akan dilalui peserta. Mengingat jalur yang akan dilewati oleh ribuan peserta ini masih banyak jalan yang rusak. “Termasuk agar tidak terjadi kemacetan, maka kita sudah meminta kepada jajaran Forkopimda agar bagaimana mengurai lalu lintas. Bahkan kita sudah meminta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk mengerahkan anak- anak sekolah, atau masyarakat untuk memeriahkan event ini di sepanjang jalan,” terangnya.

BACA JUGA :  Angka Kematian Ibu Melahirkan Masih Tinggi

Peserta nantinya sudah mulai datang ke Lombok pada 18-19 Februari, kemudian acara akan berlangsung pada 20 Februari. Modelnya nanti para peserta tidak secara keseluruhan dilepas, tapi per seratus peserta, oleh juri akan melakukan penilaian berbagai aspek. Kebijakan untuk tidak melepas secara keseluruhan dilakukan agar para peserta tidak menimbulkan kerumunan yang berlebihan. “Yang jelas dengan adanya Tour De France L’etafe Indonesia ini, kita harapkan bisa berdampak termasuk pada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kita. Apalagi sekitar enam hotel sudah full booking oleh para peserta. Meski ribuan peserta dari luar negeri tidak bisa ikut akibat adanya kebijakan karantina ini,” terangnya. (met)