Wisatawan Keluhkan Parkir Kapal Gili Matra

DIKELUHKAN: Parkir kapal yang ada di pantai Gili Trawangan semrawut mengganggu kenyamanan wisatawan (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Telah banyak para pengunjung wisatawan baik domestik maupun mancanegara telah mengeluhkan keberadaan parkir kapal dan lintasan perahu nelayan yang mengganggu kenyamanan wisatawan, terutama pada saat melakukan diving.

Hal ini disebabkan para ABK dan nelayan tidak mematuhi zona-zona pemanfaatan lantaran belum memiliki tanda-tanda yang dipasangkan areal tersebut. “Kami telah banyak mendapatkan complain dari para pengunjung yang menikmati liburan di Gili Matra mengenai keberadaan kapal yang tidak disatu tempat dan pelintasan perahu nelayan di perairan diving,” ungkap Plt Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) Lombok Utara Samsul Rizal kepada Radar Lombok, Selasa (28/2).

Keluhan ini memang sudah lama disampaikan para pengunjung. Merespon keluhan para pengunjung, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengelola Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Matra supaya zona-zona yang telah ditetapkan agar dipasangkan tanda rambu-rambu laut. Di mana lokasi nyandar dan mana aktivitas para tamu yang menikmati wisata. Meskipun selama ini telah ditetapkan namun belum satupun tanda yang dipasangkan, sehingga wajar para pengusaha setempat dan nelayan tidak mengetahuinya. “Kami sudah berkoordinasi dengan TWP Gili Matra yang berkantor di NTT,” tandasnya.

[postingan number=3 tag=”klu”]

Dari hasil koordinasi itu, pihak TWP telah menyetujui. Namun, saat ini masih dibahas secara tekni siapa yang akan mengadakan apakah pihak Dishublutkan ataukan TWP. Jika diserahkan ke Dishublutkan maka perlu pengusulan anggaran pada APBD Perubahan mendatang. Karena didalam APBD murni belum dianggarkan. “Kita masih bahas siapa yang akan memasangkan,” katanya.

Terkait penetapan lokasi sudah sering disosialisasikan dari pihak TWP. Sedangkan jumlah perahu dengan luas areal zona menyandar, untuk saat ini memang masih mencukupi. Akan tetapi, jika kedepan ada penambahan kapal bisa mengurangi. Oleh karena itu, pihaknya juga akan mengatur berapa jumlah kapal yang beraktivitas ke Gili Matra. “Kita sudah dipikirkan itu, kita akan segera menyusun regulasi. Ketika ada kapal baru atau boat baru maka kita akan selektif memberikan izin,” tegasnya.

Hal ini bisa dilihat dari perkembangan pelabuhan Teluk Nara dan Bangsal yang menyeberangan ke Gili Matra, terutama Trawangan sangat banyak. Jika tidak diatur akan berimbas dan menganggu kenyaman para wisatawan. “Kita juga akan mengatur boat atau speed boat yang dari luar,” pungkasnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid