Wartawan KLU Ramai-Ramai Keluar Dari PWI

????????????????????????????????????

TANJUNG-Wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik yang bertugas di Kabupaten Lombok Utara (KLU) ramai-ramai keluar dari kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) KLU.

Total ada sembilan wartawan yang menyatakan diri keluar, diantaranya Wartawan Suara NTB, Jauhari, Wartawan Lombok Post, Pujo Nugroho, Wartawan Radar Mandalika, Angger Rico, Wartawan Pos Bali, Taufik Rahman, Wartawan Pos Kota NTB, Rohadi, Wartawan Radar Lombok, Zulkifli, Wartawan RRI, Supriadi, Wartawan TVRI, Sahnan dan Wartawan Lombok Today, Danu Winata. “Kami sepakat keluar dari kepengurusan PWI KLU, karena kami kecewa dengan sikap PWI NTB yang menunjuk orang, untuk memimpin PWI KLU tanpa berkoordinasi dengan kepengurusan PWI yang ada sebelumnya di KLU,” terang Danu, yang juga mantan Ketua PWI KLU, Rabu (15/6) diamini delapan wartawan lainnya.

BACA JUGA :  Pemkab KLU Kucur Anggaran Entaskan Kekeringan

Jauhari menerangkan, sembilan wartawan di KLU ini menolak kepemimpinan oknum yang ditunjuk PWI NTB tersebut. Menurutnya, wartawan yang ada di KLU saat ini menginginkan sosok orang yang mampu mengakomodir aspirasi wartawan dan merangkul semua wartawan yang bertugas di KLU ini.

Supriadi menambahkan, sembilan wartawan ini adalah total wartawan di KLU. Sehingga apabila oknum tersebut nantinya memimpin PWI KLU, maka jelas tidak ada satu pun yang bersedia menjadi anggotanya apalagi pengurus, karena saat ini wartawan se-KLU juga akan membentuk wadah wartawan yang baru selain PWI.

Taufik menjelaskan, wadah yang baru dan akan dibentuk ini adalah Forum Wartawan Lombok Utara (FWLU). Saat ini kata Taufik kepengurusan FWLU tengah diproses termasuk persiapan pembuatan akta notaris FWLU.

BACA JUGA :  Polisi Intensifkan Patroli Balap Liar Jalur Oberoi

Aspirasi sembilan wartawan ini sendiri disampaikan langsung kepada Ketua Komisi I DPRD KLU, Ardianto yang mebidangi pers. Bagi Ardianto, selama ini pihaknya memang belum mengetahui lebih jauh soal PWI, terkecuali wartawan dari berbagai media yang memang meliput di KLU. “Silakan saja dibentuk FWLU kalau memang itu yang terbaik,” ujarnya.

Danu menambahkan, sikap Wartawan KLU yang keluar dari PWI dan akan dibentuknya FWLU ini juga akan segera dikomunikasikan dengan Bupati-Wakil Bupati KLU, Najmul Akhyar-Sarifudin, kemudian juga dengan pihak-pihak lainnya, seperti Bagian Humas dan Protokoler Setda NTB. (zul)