Unram Tak Masuk 10 Besar PT Terbaik Indonesia

Dr Agusdin (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Wakil Rektor (WR) I Universitas Mataram (Unram) Dr Agusdin mengaku tidak harus mengikuti semua lembaga perangkingan perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Unram sendiri sudah ada perangkingn PT dari Kemendikbud RI.

“Kita tidak harus mengikuti semua lembaga perangkingan PT, sebab di Unram sudah ada klasterisasi dari Kemdikbud, Webometrics, WUR-AUR, Ristek – BRIN,” kata Agusdin kepada Radar Lombok, Senin (22/2).

Unram sendiri tidak mengikuti lembaga perangkingan versi 4ICU Unirank 2021. Meski tidak mengikuti perangkingan tersebut tidak ada pengaruhnya terhadap Unram, karena yang menilai kinerja itu Kemdikbud.

“Yang menilai kinerja Unram itu Kemendikbud RI,” jelasnya.

Terpisah pengamat pendidikan yang juga guru besar FKIP Unram Prof H Mahyuni, mengatakan jika pelajari lembaga pemeringkatan universitas dunia 4ICU UniRank yang berpusat di Sydney, Australia telah merilis pemeringkatan universitas dunia, termasuk Indonesia.

Dalam pemeringkatan di tingkat nasional 2021, terdapat 577 universitas di Indonesia yang masuk dalam penilaian dan 4ICU merupakan lembaga pemeringkatan universitas dunia yang mengukur popularitas perguruan tinggi berdasarkan keterkenalan atau popularitas website yang dimiliki. Secara sederhana, dapat dikatakan penilaian yang dilakukan oleh 4ICU menjadikan website universitas atau institut sebagai bahan penilaiannya.

Ada tiga kriteria utama PT dapat diikutsertakan dalam penilaian 4ICU. Pertama, terakreditasi oleh badan akreditasi nasional atau daerah setempat. Misalnya, di Indonesia oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Sementara, PT yang belum terakreditasi tak masuk dalam kriteria penilaian 4ICU. Kedua, PT yang menyediakan pendidikan tingkat Strata 1 (sarjana) dan/atau Pascasarjana, baik tingkat Master (S2) atau Doktoral (S3).

Dengan demikian, lembaga pendidikan yang hanya menyediakan pendidikan vokasi, pendidikan berbasis militer, kelas-kelas seminar, dan sebagainya tidak dilibatkan dalam penilaian 4ICU.Terakhir, PT yang dinilai menerapkan sistem pendidikan secara langsung dengan bertatap muka, atau lebih dikenal sebagai sistem tradisional, format pendidikan di kelas yang mempertemukan dosen dan mahasiswanya (tatap muka). menaggapi itu, prof mahyuni mengaku Unram sendiri masih Akreditasi B.

“Memang akreditasi Unram masih B. Kalau strata satu S1 rata-rata prodi memang S1. Tapi distribusi tenaga pendidik/dosen serta rasio dosen mahasiswa tidak ideal. Salanjutnya, kriteria bagaimana mau tatap muka, karena Covid 19,” jelasnya. (adi)