Unham Mantapkan Kehadiran Museum Wisata Religi Pahlawan Nasional

WISATA RELIGI
SILATURAHMI : Bupati Lombok Timur H Sukiman Azmy menerima kunjungan Tim Akademisi Universitas Hamzanwadi, Jumat (22/1).

SELONG – Geliat pariwisata di Lombok Timur terus menunjukkan progres. Berbagai potensi terus dikembangkan. Kali ini datang dari kalangan akademisi untuk mengembangkan wisata religi Makam Pahlawan Nasional TGKH M Zainuddin Abdul Madjid Pancor.

Guna pengembangannya lebih maksimal, tim akademisi Universitas Hamzanwadi melakukan silaturahmi ke Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy untuk menyampaikan rencana launching program Wisata Religi Makam Pahlawan Nasional.

Bupati Lombok Timur H Sukiman Azmy menyambut baik dan mendukung penuh niat baik tersebut, apalagi dalam membentuk Museum Mini Pahlawan Nasional TKH M Zainuddin Abdul Madjid di komplek makam di Pancor.

“Pemkab Lotim siap membantu tim pengembang dalam realisasi grand desain yang telah disiapkan itu,” kata Bupati  Sukiman.

Sementara itu, Tim akademisi Universitas Hamzanwadi terus memantapkan kesiapan pelaksanaan launching Museum Mini dalam rangka mengembangkan wisata religi Makam Pahlawan nasional TGKH M Zainuddin Abdul Madjid.

“Launching direncanakan pada hari Kamis 28 Januari 2021, pukul 10.00 Wita di kompleks beliau di Pancor Bermi,” ungkap Direktur Kerja Sama dan Humas Universitas Hamzanwadi Dr Muhammad Halqi, Jumat (22/1). 

Dipaparkan, launching merupakan rangkaian kegiatan tim setelah bekerja sejak akhir tahun 2019. Sosialisasi program telah disampaikan kepada berbagai kalangan seperti forum kepala sekolah dan madrasah dan perguruan tinggi di lingkup YPH PPD NW Pancor.

“Selain di internal, kami juga melakukan sosialisasi kepada pihak Kelurahan Pancor, kepala lingkungan, organisasi perangkat daerah terkait di Lombok Timur. Ikhtiar ini masih terus kami lakukan ke seluruh masyarakat secara luas,” ujarnya.

Untuk mendukung kesuksesan kehadiran Museum Mini Pahlawan Nasional, melalui Program Studi Pariwisata Universitas Hamzanwadi telah melaksanakan pelatihan guide dan interpreter untuk petugas di area makam.

“Melalui Pusat Studi Pariwisata Universitas Hamzanwadi, kami juga akan melakukan kegiatan webinar tentang wisata religi, dan penyiapan buku saku untuk para peziarah,” ungkap doktor jebolan UNJ itu.

Ia berharap kepada semua elemen masyarakat untuk mendukung pengembang wisata religi Makam Pahlawan Nasional ini.

“Mohon doa semoga ikhtiar ini bisa berjalan dengan baik, karena ikhtiar ini merupakan ikhtiar jangka panjang,” harapnya. (luk)