UMKM Gagal Bangkit di NTB Expo 2018

UMKM Kecewa Pengunjung Sepi

UMKM Gagal Bangkit di NTB Expo 2018
Suasana NTB EXPO 2018 pada hari terakhri Minggu 9 Desember 2018 sepi pengunjung. (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM Gelaran NTB Expo tahun 2018 yang yang berlangsung dari tanggal 5-9 Desember di Agrotechnopark, Banyumulek ternyata jauh dari harapan. Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ikut membuka stand di arena NTB Expo 2018 tersebut merasa kecewa. Pasalnya, sejak hari pertama hingga penutupan gelaran NTB Expo 2018 tersebut sepi pengunjung.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ekspor Indonesia (Apeks) NTB H Anhar Tohrie mengaku sejak hari pertama pelaksanaan NTB Expo hingga penutupan suasana pengunjung sepi. Apalagi, ada transaksi untuk stand pelaku UMKM dari pengunjung untuk jangka panjang, justru jual beli yang terjadi sesama penjaga stand di arena pameran NTB Expo.

BACA JUGA: ITDC Siapkan 20 Lapak untuk PKL di KEK Mandalika

“Pengunjung sepi, yang datang rame hanya masyarakat setempat untuk menonton peresean di acara penutupan. Pengunjung yang belanja tidak ada, apalagi transaksi untuk produk kerajinan UMKM,” beber Anhar Tohrie, Minggu (9/12).

Bahkan, Anhar menilai pelaksanaan NTB Expo tahun 2018 ini gagal. Pasalnya, kesiapan panitia dan EO dalam gelaran NTB Expo tidak sigap. Anhar mengaku menerima undangan untuk mengikuti pameran NTB Expo sehari sebelum acara pembukaan. Padahal, semestinya, jauh sebelumnya pihak panitia sudah memberikan informasi dan undangan. Sehingga bisa melibatkan banyak pelaku UMKM yang merupakan anggota dari Apeks NTB. Begitu juga  dengan moment besar yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut, justru semakin mundur, karena sosialisasi dan publikasi yang hampir tidak ada. Akibatnya, masyarakat sangat sedikit yang mengetahui pelaksanaan dari NTB Expo 2018 tersebut.

Anhar mengatakan, lokasi tempat pameran NTB Expo juga menjadi persoalan mendasar. Lokasi NTB Expo yang berada di Banyumulek, jauh dari akses jalan menuju tempat pameran, juga menjadi pertimbangan masyarakat untuk datang berkunjung. Berbeda dengan pelaksanaan NTB Expo tahun sebelumnya, yang bisa di akses dari berbagai penjuru dan memiliki multy player efek dengan Islamic Center dalam pengembangan pariwisata halal.

“Saya bingung dengan pelaksanaan NTB Expo yang hajatnya untuk membangkitkan pelaku UMKM pascagempa. Tapi ternyata justru tidak ada prospek apapun bagi UMKM yang ikut untuk jangka panjang. Bagaimana bisa ada transaksi, pengunjung yang berkomunikasi dengan pelaku UMKM saja tidak ada,” keluhnya.\