Turnamen Sepak Bola Harum Cup Dilanjutkan

DILANJUTKAN: Tampak salah satu peserta turnamen sepak bola U-21 Harum Cup. Turnamen ini dalam waktu dekat penyelenggaraannya akan kembali dilanjutkan.(SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Setelah sempat ditunda karena diwarnai kericuhan. Turnamen sepak bola U-21 Harum Cup dilanjutkan penyelenggaraanya. Kepastian kelanjutan kompetisi sepak bola ini berdasarkan hasil rapat pihak terkait. Lalu penyelenggara memutuskan untuk melanjutkan turnamen.

“Iya Harum Cup akan dilanjutkan. Kita hari ini akan pertemuan dengan Kapolresta dan Dandim untuk tindak lanjut sesuai arahan dari pimpinan. Mungkin minggu ini juga bisa dilanjutkan,” ujar Kepala Dispora Kota Mataram, Suhartono Toemiran di Mataram, kemarin (18/5).

Penyelenggara pun sudah menyiapkan kelanjutan turnamen. Salah satu venue pertandingan, yakni Lapangan Lawata Gomong yang beberapa waktu lalu menjadi tempat kericuhan. Oleh penyelenggara diputuskan dipindah ke Lapangan Yonif 742/SWY Gebang.

Pemilihan lokasi ini tidak sembarangan. Pertandiangan di Lapangan Yonif 742/SWF akan terjamin keamanannya. “Venue yang di Lapangan Lawata akan kita pindahkan. Kita hari ini akan koordinasi untuk pemindahan ini ke Lapangan 742/SWY Gebang,” katanya.

Sementara dua venue lainnya. Yakni Lapangan Malomba, Ampenan dan Lapangan Selagalas tetap menjadi lokasi pertandingan. “Masih kita gunakan tiga venue. Kita sekarang akan menyelesaikan babak penyisihan tinggal seminggu saja. Nanti untuk 16 besar kita fokuskan di Lapangan Malomba. Di satu stadion saja nanti untuk 16 besar dan seterusnya,” ungkapnya.

Karena turnamen dilanjutkan. Penyelenggara belajar dari kekurangan dan kejadian sebelumnya. Sehingga pengawasan akan ditingkatkan setelah turnamen dilanjutkan. Koordinasi juga ditingkatkan bersama Polresta Mataram dan Kodim 1606 Mataram. “Kita ingin koordinasi lebih ditingkatkan untuk kelancaran dan keamanan turnamen,” terangnya.

Tentang dua tim yang ricuh sehingga turnamen sempat ditunda. Suhartono mengatakan, tim dari Pagesangan sudah kalah dua kali dan dipastikan gugur di Turnamen Harum Cup. Lalu Tim Pagutan sudah mencatatkan satu kali menang. Namun official tim memutuskan mengundurkan diri. “Jadi dua tim kemarin itu sudah tidak ikut,” jelasnya.

BACA JUGA :  Genangan di Pasar Kebon Roek Ampenan Kian Parah

Tentang alasan dan pertimbangan turnamen Harum Cup dilanjutkan. Penyelenggara tidak ingin 48 tim lainnya dan punya prospek di sepak bola. Gagal hanya karena dua tim yang terlibat kericuhan. “Ini kita mau cari bibit pemain. Juga agar nanti bhisa terbentuk tim dan Kota Mataram bisa juara di Porprov. Jadinya ini kita lanjutkan,” katanya.

Namun jadi tidaknya kelanjutan turnamen sepak bola Harum Cup ini. Sangat bergantung pada izin atau persetujuan yang dikeluarkan Polresta Mataram. “Iya kita masih tunggu nanti izin atau persetujuan dari Polresta Mataram,” jelas Suhartono.

Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, usai rapat dengan pihak terkait memastikan turnamen sepak bola U-21 Harum Cup dilanjutkan. “Iya dilanjutkan. Kan sudah aman dan kondisinya kondusif. Apalagi kejadian di lapangan Lawata sudah saling berdamai dan berkomitmen menciptakan kondisi keamanan bersama,” katanya.

Ketua KONI NTB, Mori Hanafi usai bertandang ke Kantor Wali Kota Mataram mengatakan, pihaknya mendukung penuh turnamen Harum Cup dilanjutkan. “Tadi kan penyelenggaranya di Dikpora Mataram. Sekarang diambil alih oleh KONI Kota Mataram. Nanti koordinasinya lebih fleksibel. Jelas semua kegiatan olahraga kita dukung. Paling tidak minggu depan sudah dilanjutkan. Tapi kita perlu ekstra hati-hati dan masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Kan pasti ada yang menang dan kalah,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Kontraktor Gagal Selesaikan Proyek Jembatan Dasan Agung

Ketua Panitia Harum Cup, Firadz Pariska mengatakan bahwa untuk kepastian lanjutan pertadingan akan dilakukan dalam waktu dekat ini. “Yang pasti sudah bagus. Ada beberapa koordinasi dengan  TNI/Polri bersama Camat dan Lurah. Kita sudah intens lakukan,” katanya.

Beberapa evaluasi, termasuk dari segi keamanan penonton juga sudah dilakukan. Sehingga bisa meredam aksi-aksi yang menyulut keributan seperti saat pertandingan Karang Genteng Vs Bebidas. Demikian untuk tribun penonton yang masih gabung dengan tim pemain akan dipisah.

Seperti diketahui, turnamen sepakbola piala Harum Cup diikuti 50 club dari masing-masing kelurahan. Setelah dua club diblacklist maka kini menjadi 48 club yang masih terdaftar. Turnamen Harum Cup awalnya dibuka pada tanggal 10 Mei lalu oleh Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, yang dijadwalkan sampai 31 Mei mendatang.

Orang terdekat Wali Kota Mataram ini juga menyebutkan kalau sejauh ini sudah banyak club yang mempertanyakan jadwal permainan. Ini karena animo masyarakat yang sangat tinggi, dimana masing-masing kelurahan sudah menyiapkan tim pemain handalnya.

Sementara kalangan pimpinan di DPRD Kota Mataram juga menyambut baik adanya pertandingan sepak bola ini. Karena dapat menjadi wadah bagi kalangan anak muda Kota Mataram untuk terus menyalurkan bakatnya.

“Ke depan laga-laga bergengsi ditingkat kelurahan bisa ditingkatkan. Keudian dari segi keamanan juga harus diperhatikan. Dan yang utama adalah untuk kelanjutan permainan,” kata Wakil ketua Komisi IV, H Muhtar. (gal/dir)