Terkait Limbah, Dinas Surati Transmart

Terkait Limbah, Dinas Surati Transmart
DIPROTES : Limbah Transmart menuai protes warga. Dinas PUPR Kota Mataram mengaku telah melayangkan surat teguran ke manajemen setempat agar menangani masalah ini secepatnya. (Sudir/Radar lombok)

MATARAM – Belum tuntas soal dampak bangunan Transmart terhadap kelancaran arus lalu lintas di jalan utama depan pusat perbelanjaan ini, kini ada juga sorotan terkait limbah yang masuk ke pemukiman warga Sweta Timur saat musim hujan.

Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah turun langsung dan  menilai limbah Transmart yang masuk ke saluran diprediksi tidak terbendung beberapa tahun kedepan. Dimana saluran semakin sempit,  tidak sebanding dengan  volume limbah.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram H. Mahmudin Tura menyebutkan, limbah Transmart tidak bisa tertangani secara maksimal kalau hanya mengandalkan saluran di bagian depan dan samping. “ Kondisinya cukup mengkhawatirkan. Salurannya kecil. Untuk sementara bisa kita alihkan melalui crossing saluran, tapi kedepan dipastikan tidak bisa  ke saluran Jalan Selaparang,” katanya kepada Radar Lombok kemarin.

BACA JUGA :  Dikpora Mataram Masih Tata Dua Bidang Baru

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram terkait dengan penanganan limbah tersebut. Sementara terkait saluran  ada beberapa alternatif seperti saluran khusus ke arah Jalan Ahmad Yani yang tembus ke Sungai Ancar. Namun yang perlu diperhatikan adalah limbah yang dibuang ke sungai harus betul-betul sudah teruji laboratorium sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

Sejak awal dibangun, Transmart dianggap salah perencanaan. Saluran  di bagian barat serta selatan tidak berfungsi optimal karena tertimbun serta sudah ditutupi beton. “ Kita minta pihak Transmart juga menyikapi serius persoalan ini, apalagi saat musim hujan. Air genangan semakin tinggi di sekitar kawasan tersebut,’’ ucapnya.

Selain itu, sampah yang kerap dibuang ke saluran membuat saluran tidak berfungsi optimal. Ia berharap tidak ada lagi sampah yang dibuang ke saluran apalagi saat musim hujan ini. “ Kalau sampah menumpuk ditambah air limbah mampet sangat berbahaya,’’ katanya.

Terpisah, anggota Komisi III DPRD Kota Mataram I Ketut Sugiartha meminta Pemkot lebih serius dalam melakukan evaluasi pembangunan. Selama ini Transmart sudah banyak mengabaikan aturan seperti persoalan analisis dampak lingkungan (Amdal) yang seharusnya dari awal sehingga tidak terjadi masalah soal aliran limbah yang membahayakan ini. Ada juga soal Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).(dir)