Terendus, Bisnis Prostitusi di Kota Mataram Libatkan Pelajar

Ilustrasi Prostitusi pelajar
Ilustrasi

MATARAM – Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Mataram mengendus adanya praktek prostitusi dengan memanfaatkan pelajar di kawasan Pasar Panglima (Pasar Beras) Kecamatan Cakranegara Kota Mataram. Keberadaan PSK usia pelajar ini sudah diendus oleh Pol PP sejak beberapa bulan terakhir ini. Namun pihak Pol PP belum bisa melakukan penertiban karena khawatir berefek ke konflik Monjok-Karang Taliwang.

Kasat Pol PP Kota Mataram Bayu Pancapati menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan persiapan untuk operasi menangkap para PSK di Pasar panglima.” PSK di Pasar Panglima banyak yang usia muda, usia pelajar,” kata Bayu saat ditemui kemarin. (29/1).

Prostitusi di Kota Mataram
PROSTITUSI : Pasar Panglima diduga masih menjadi lokasi prostitusi. (Fahmy/Radar Lombok)

Dari hasil pantauan di lapangan, jumlah PSK yang masih menjajakan diri mereka di Pasar Panglima lebih dari 10 orang yang terdiri dari pelajar dan usia dewasa. Biasanya setiap malam sekitar pukul 07.00 malam mereka sudah muncul di lokasi untuk menunggu para lelaki hidung belang. Di Pasar Panglima mereka hanya transaksi, eksekusinya bisa di tempat lain. Diduga eksekusi terjadi di hotel-hotel yang ada di Kota Mataram.” Kalau dipakai di Pasar Panglima kan tarif nya hanya Rp 50 ribu, tapi kalau di hotel tarifnya pasti lebih tinggi,” tegasnya.

Dari hasil investigasi, para PSK tersebut sudah ada pelanggan khususnya kemungkinan juga ada mucikari yang membekingi mereka sehingga mereka memiliki pelanggan.

Dengan sudah adanya kesepakatan berdamai dua  warga yakni Monjok dan Karang Taliwang, maka dalam waktu dekat ini akan dilakukan razia besar-besaran untuk mengangkut mereka supaya Pasar Panglima itu benar-benar bersih dari aktivitas esek-esek. “ Sekarang kan sudah damai jadi kita akan segera angkut mereka,” tegasnya.

Setelah mereka ditangkap yang masih menjadi persoalan mereka adalah bagaimana memberikan pembinaan kepada para PSK tersebut agar mereka benar-benar berhenti dari pekerjaan mereka. Saat ini Pol PP sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi NTB dalam hal ini panti sosial untuk kesiapan mereka menerima para PSK. Diakui aktivitas PSK di Kota Mataram tidak hanya di Pasar Panglima saja, tetapi di beberapa titik seperti di Pasar Cakranegara. Namun untuk pemain di lokasi ini masih pemain lama yakni mereka yang sudah sering sekali tertangkap. Bahkan nama mereka sudah dihafal.” Saya sudah hafal nama mereka ada namanya Atun, Eva, mereka semua pemain lama,” ujarnya.

Bahkan dari orang tua mereka juga sudah bosan dipaggil terus ke Pol PP karena orang tua mereka sudah bosan dan lelah tingkah laku anak mereka yang menjual diri.” Biarkan saja di kantor jangan dibiarkan pulang saya sudah lelah melihat tingkah lakunya,” ungkap Bayu.

Memang selama di panti sosial para PSK diberikan pembinaan dan bahkan diberikan modal tetapi kadang setelah keluar mereka kembali lagi menjadi PSK.

Kepala Pasar Cakranegara, Nengah, menuturkan, aktivitas PSK memang sangat mengganggu para pedagang karena memanfaatkan lapak pedagang.” Kata pedagang membuat mereka sial,” tuturnya.

Ia berharap Pol PP bisa membersihkan aktivitas para PSK yang sudah meresahkan masyarakat, termasuk para petugas pasar yang kadang risih dengan aktivitas mereka pada malam hari.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut