Target Investasi Rp 1,83 Triliun Dinilai Terlalu Tinggi

Tedi Edi Praja. (DERH HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal menetapkan target investasi di Kabupaten Lombok Utara (KLU) sebesar Rp 1,83 triliun pada 2022.

Terkait hal tersebut, Kepala Bidang Penanaman Modal pada Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu KLU Tedi Edi Praja mengatakan, target itu terlalu ambisius dan sulit dicapai. Pasalnya, iklim investasi diperkirakan akan dibayangi ketidakpastian akibat merebaknya varian omicron.

Selain itu, juga masih ada tarik ulur rencana revisi Undang-Undang Cipta Kerja, serta dinamika sosial-politik di dalam negeri saat ini. “Permasalahannya sekarang dasar dari penargetan tersebut apa,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kades Lombok Utara Senang Dana Desa Naik

Jika target tinggi tersebut karena alasannya tahun lalu investasi di KLU melampaui target, maka itu tidak bisa jadi dasar. Sebab kondisinya saat ini berbeda.

Tedi menuturkan bahwa pada 2022, investasi di KLU 1,32 triliun. Jumlah perusahaan pada triwulan pertama 73, kemudian triwulan II 85 perusahaan, triwulan III 128 perusahan dan triwulan IV 69 perusahaan. Totalnya ada 355 perusahaan didominasi bidang pariwisata. Waktu itu, KLU diberi target oleh pusat senilai Rp 251 miliar.

BACA JUGA :  Pemilik Warung Nasi di Gili Trawangan Ini Nyambi Jual Sabu

Nah untuk 2022 ini apakah bisa capai target atau tidak? Sampai April ini yang mendaftar baru 325, tetapi itu bukan perusahaan saja, melainkan banyak UMKM. Namun yang jelas, untuk mencapai target yang ada, pihaknya tentu akan bekerja keras dan berinovasi menarik investor. “Kita akan memudahkan pengurusan perizinan termasuk untuk usaha mikro kecil dan menengah,” ujarnya. (der)