Tampilkan yang Terbaik, akan Perkenalkan Indonesia Melalui Tari Gandrung

Perjalanan Baiq Relisya Gian Ningsih Mewakili Indonesia Di Miss South East Asia Internasional 2020

Baiq Relisya Gian Ningsih (M GAZALI/RADAR LOMBOK)
Baiq Relisya Gian Ningsih (M GAZALI/RADAR LOMBOK)

Putra – putri asal Lombok Timur telah banyak menoreh prestasi pada ajang bergensi di level internasional. Baiq Relisya Gian Ningsih salah satunya. Gadis kelahiran Desa Danger Kecamatan Masbagik ini terpilih mewakili Indonesia untuk tampil di ajang Miss South East Asia Internasional 2020 yang akan digelar di Thailand pada bulan Oktober mendatang.

PEMERINTAH Kabupaten Lombok Timur mengundang sejumlah putra-putri terbaik daerah itu pada momentum HUT ke-125. Momentum HUT sendiri dipusatkan di pendopo bupati pada Senin (31/8). Mereka diberikan penghargaan dan apresiasi karena mampu membawa NTB, khususnya Lombok Timur di ajang bergengsi level nasional maupun internasional.

Salah satu dari mereka adalah Baiq Relisya Gian Ningsih. Gadis cantik berbadan tinggi ini diundang karena terpilih mewakili Indonesia untuk tampil di ajang Miss South East Asia Internasional 2020. Baiq Elis, begitulah Baiq Relisya Gian Ningsih akrab dipanggil. Ia akan tampil pada ajang bergengsi itu di Thailand bulan Oktober mendatang.

Baiq Elis sendiri saat ini masih tercatat sebagai salah satu mahasiswi Diploma III Politeknik Pariwisata Lombok. Ia merupakan anak pertama pasangan Lalu Istina Afandi dan Elva Susanti. Ia terpilih mewakili Indonesia di ajang Miss South East Asia setelah melalui perjalanan panjang.

Apalagi ini merupakanan ajang internasional, tentunya proses seleksi sangat ketat. Mulai dari seleksi di tingkat provinsi dan nasional. Baiq Elis harus bersaing dengan ratusan peserta perwakilan dari masing-masing provinsi. Tapi berkat kepercayaan diri, optimis, kecerdasan ditambah dukungan dari keluarga dan pemerintah membuatnya berada di posisi terbaik. ‘’Selama proses seleksi, kita diuji kemampuan dan pengetahuan kita tentang berbagai hal. Terutama soal pariwisata dan budaya,’’ kata gadis kelahiran 8 November 1998 ini menceritakan pengalamannya.

Proses seleksi mengikuti ajang ini telah berlangsung selama beberapa bulan. Untuk tingkat NTB, seleksi dimulai dari Maret. Tepat bulan Juni, Elis diumumkan berhak mewakili NTB untuk seleksi di tingkat nasional. Bulan Juli, dia pun dinyatakan terpilih mewakili Indonesia. ‘’Proses seleksinya secara daring. Ketika terpilih di tingkat NTB, dipilih 10 besar dari masing-masing provinsi untuk seleksi di tingkat nasional. Akhirnya saya terpilih,’’ tambah gadis berkulit kuning langsat ini.

Selain pengetahuan tentang pariwisata dan budaya, hal lainya yang dinilai ketika seleksi ialah bakat yang dimiliki untuk ditampilkan nanti ketika terpilih di ajang Miss South East Asia ini. Melalui ajang ini, Elis akan memperkenalkan Indonesia melalui tari tradisional Lombok, yaitu tari gadrung. Meski dia tidak punya basic di duni tari, tapi ini tentu akan menjadi tantangan  tersendiri baginya. ‘’Saya telah mulai persiapkan semuanya. Termasuk mendalami tari gandrung dan persiapan lainnya yang akan dinilai dalam ajang ini,‘’ ujarnya.

Baginya, ajang miss ini tentunya menjadi kebagaan pribadi, keluarga dan daerah. Apalagi tidak semua orang punya kesempatan mewakili negara bersaing di ajang bergensi level internasional. Intinya, dia akan menampilkan kemampuan yang terbaik bagi Indonesia. Soal menang atau kalah, itu hanyalah bonus. ‘’Saya akan memperkenalan budaya kita melalui event ini. Saya juga berterima kasih atas suport yang diberikan pemerintah,’’ ucapnya. (**)