Tambang Batu Apung Ilegal di KLU Ditutup

DITERTIBKAN: Aparat memasang police line di lokasi tambang batu apung ilegal di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, KLU. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Aktivitas tambang batu apung ilegal di Dusun Kopang, Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) ditutup paksa oleh pemda. Penutupan karena penambangan itu tak berizin. “Benar aktivitas tambang tersebut sudah kami tutup sementara. Hal ini berdasarkan surat dari Pemdes Karang Bajo bahwa ada aktivitas tambang galian batu apung diduga tak mengantongi izin,” ungkap PLT Camat Bayan Muslihin, Rabu (21/4).

Sementara itu, Kabid Penegakan Perda Sat Pol PP dan Damkar KLU Toto Surya Saputra membenarkan telah dilakukan penutupan di lokasi tersebut dengan dibantu aparat Polres KLU. “Untuk sementara kita tutup, sampai pemilik lahan mengurus izinnya. Apakah tambang batu apung ini nantinya disesuaikan dengan zonasi? Yang atur nanti kan izin tersebut,” terangnya.

BACA JUGA :  Zaldy Tidak Khawatirkan Tender Lelet

Di lokasi tambang seluas kurang lebih 2 hektare itu, turut diamankan 2 ekskavator, 1 truk bermuatan batu apung, dan sejumlah alat lainnya. Untuk kendaraan diamankan di Polres KLU. Sementara eksavator dipasangi Police Line.

Kades Karang Bajo, Hamdi menerangkan, pemilik tambang ini berasal dari Cakranegara, Kota Mataram. Ke pemdes, sebelumnya diterangkan bahwa lahan itu akan difungsikan sebagai pekarangan untuk dikapling agar mudah dijual. Namun belakangan malah ditambang. “Setidaknya mereka punya amdal (analisis mengenai dampak lingkungan). Jadi ada pertanggungjawabannya kalau-kalau lingkungan rusak dibuat. Jangankan izin, komunikasi ke kantor desa saja tidak pernah,” terangnya.

BACA JUGA :  KIA Belum Bisa Dicetak

Kalapun misalnya benar yang dilakukan hanya meratakan lahan, mestinya sudah selesai. Tetapi justru berbulan-bulan berlangsung. Di lokasi sendiri terdapat 2 ekskavator. Aktivitas alat berat ini dikhawatirkan akan berdampak terhadap perkampungan yang posisinya tepat di atas tambang. (flo)