Penginapan Tiga Gili Masih Sepi Peminat

Yusron Hadi (Faisal Haris/Radar Lombok)

MATARAM – Keterisian akomodasi tempat penginapan di tiga gili (Trawangan, Meno dan Air) di Lombok Utara masih sepi peminat jelang gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 18-20 Maret mendatang. Dari jumlah 6.000 kamar hotel atau penginapan di kawasan tiga gili, baru dipesan hanya 200 kamar.

Hal tersebut diakui Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Yusron Hadi saat dikonfirmasi soal keterisian kamar khusus di kawasan destinasi tiga gili di Lombok Utara. “Dari 6.000 kamar penginapan di sana. Itu baru 200 kamar yang tercatat terisi,” sebut Yusron kepada Radar Lombok saat ditemui Mandalika, Sabtu (12/2).

Dikatakan Yusron, dari jumlah 6.000 kamar penginapan di kawasan tiga gili belum terisi lantaran tidak semua hotel beroperasi. Akibat dampak mewabahnya pendemi Covid-19 yang saat ini masih melanda. Sehingga sejumlah hotel di Gili Trawangan masih tutup karena minimnya tamu yang berkunjung kesana. Namun pada gelaran event MotoGP, 18-20 Maret mendatang diangkap akan memberikan angin segar bagi pelaku industri perhotelan di kawasan tiga gili. “Itu ada yang beroperasi dan ada yang belum (beroperasi), mereka (pelaku perhotelan) tinggal melihat peluang yang ada. Kalau memang kebutuhan tinggi sekali, pasti mereka akan buka hotelnya yang lain,” katanya.

Yang menjadi salah satu kendala minimnya pesanan kamar hotel di tiga gili disebabkan akses transportasi dari Pelabuhan Bangsal menuju kawasan tiga gili selama ini kapal penyeberangan hanya beroperasi hingga sore setiap hari. Maka perlu perlu disediakan tranportasi yang bisa beroperasi sampai dengan malam hari. Apalagi saat gelaran MotoGP yang biasa seperti WorldSBK selesai menonton sampai dengan malam hari sehingga diperlukan kemudian transportasi hingga malam hari. “Kalau dari sisi transportasi malam seingat saya teman-teman di Lombok Utara pada rapat-rapat yang diselenggarakan, maupun yang kita survei mereka siap beroperasi malam hari,” katanya.

Baca Juga :  Dewan Bongkar Penyebab Pemecatan Suhaily

Oleh sebab itu, sambung Yusron, ketika nanti ada transportasi penyeberangan ke tiga gili, baik ke Gili Trawangan, Gili Meno maupun Gili Air pada malam hari akan dikawal oleh pihak keamanan laut. Hal ini untuk memberikan rasa nyaman bagi wisatawan yang bermalam di tiga gili tersebut meski menggunakan kapal yang biasa digunakan. Karena belum ada rencana ada kapal khusus yang siapkan. “Tidak ada angkutan khusus, sama juga seperti boat yang dimiliki masyarakat. Tapi tentu ada pengamanan dan pihak keamanan laut yang siap melakukan pengaman itu,” sambungnya.

Mengenai adanya rencana Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno akan menginap di Gili Trawangan saat gelaran MotoGP Mandalika, 18 – 20 Maret mendatang untuk menarik minat wisatawan atau penonton MotoGP menginap di kawasan tiga gili, Yusron membenarkan ada rencana tersebut. “Ya benar, Pak Menteri Pariwisata kemarin saat kunjungan ke Lombok sampaikan ingin menginap di Gili Trawangan. Ingin membuktikan bahwa Mandalika dan gili itu tidak susah dijangkau, tidak jauh. Sehingga meyakinkan orang bahwa menginap di Gili Trawangan juga bisa dilakukan pada saat MotoGP,” tuturnya.

Terlebih hingga saat ini keterisian hotel dan penginapan di kawasan tiga gili di Lombok Utara masih sangat minim. Untuk itu, pemerintah dan pelaku perjalanan wisata atau travel agent sedang menggenjot promosikan penginapan di kawasan tiga gili agar bisa terisi saat MotoGP Maret mendatang. Salah satu caranya dengan hadirnya Menteri Pariwisata, Sandiaga Uno saat event MotoGP akan menginap di Gili Trawangan pada saat MotoGP tidak lain untuk menarik minat wisatawan atau penonton.

Baca Juga :  Bupati Lombok Utara Bakal Gulirkan Pinjaman Modal Tanpa Bunga

Hal ini diklaim ampuh untuk menyakinkan para penonton MotoGP agar mengisi ketersediaan kamar yang masih ada di Lombok. “Saat Pak Mentri berkunjung ke Lombok kemarin, kita juga laporkan bahwa ketersediaan kamar di Lombok masih tersedia,” katanya.

Mengingat setelah dilakukan identifikasi unit akomodasi yang di miliki saat ini, lanjut Yuron, baik itu hotel, homestay maupun potensi camping ground dan Sarhunta serta pondok-pondok wisata sekitar total 2.380 unit. “Ini kalau kita lihat total kamarnya saja di Lombok saja sudah 23.882 kamar penginapan yang bisa digunakan untuk penonton. Termasuk di dalamnya potensi camping ground,” lanjutnya.

Setelah melakukan survei terbatas untuk menentukan jumlah keterisian kamar penginapan untuk event MotoGP terhadap 10 ribu kamar yang menjadi sasaran khusus di pulau Lombok ditemukan dari angka 10 ribu tersebut untuk tingkat ketersisiannya sekitar 50- 52 persen terisi. “Artinya masih terbuka sekali potensi penginapan di Lombok ini bagi para penonton kita yang mau menonton MotoGP. Ya memang kalau dicari hotel berbintang kita di Mandalika, Mataram, Sengigi relatif sudah penuh,” pungkasnya. (sal)

Komentar Anda