Tak Ada Anggaran, CFN Tak Pernah Digelar Lagi

CAR FREE NIGHT : Kegiatan Car Free Night yang berlangsung di Kota Praya tahun 2023 tak pernah digelar lagi tahun 2024. (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA Kegiatan Car Free Night Kota Praya yang digagas Pemkab Lombok Tengah dan sudah berlangsung tahun 2023 lalu tak pernah digelar lagi tahun 2024 ini. Tidak terlaksananya kegiatan yang diharapkan mampu mendatangkan dampak ekonomi bagi pedagang kecil di Kota Praya ini karena berbagai kendala.

Hanya saja direncanakan kegiatan itu akan kembali dilakukan usai Ramadan ini, mengingat dengan adanya kegiatan Car Free Night ini selain sebagai wadah bagi para pelaku UMKM dalam menjual produk mereka namun disatu sisi sebagai wadah bagi para pelaku seni dan para generasi muda untuk menampilkan berbagai karyanya.

Koordinator Car Free Night, Jalaludin mengatakan, selama tahun 2024 ini memang kegiatan Car Free Night Kota Praya tidak pernah dilakukan. Namun pihaknya memastikan bukan berarti kegiatan tersebut sudah tidak lagi dilakukan namun memang karena berbagai kesibukan sehingga kegiatan tersebut untuk sementara ditunda dan direncanakan akan kembali dilanjutkan usai Ramadan ini. “Kendala sebelumnya karena adanya kegiatan pemilu sehingga tidak boleh ada keramaian dan lainnya. Lebih-lebih lokasi Car Free Night Kota Praya ini berdekatan dengan lokasi pleno tingkat kabupaten, makanya dari awal tahun kita tidak pernah laksanakan,” dalih Jalaludin, Rabu (13/3).

Baca Juga :  Menpan-RB Belum Respons Usulan Penambahan Formasi PPPK Guru

Jalal enggan membeberkan apakah tidak terselenggaranya Car Free Night Kota Praya ini karena terbentur anggaran. Terlebih selama ini beredar informasi bahwa kegiatan tersebut sudah mulai jarang dilakukan karena tidak adanya anggaran, terutama dalam hal penyediaan panggung kesenian dan lainnya. “Kendala kita selain karena pemilu tapi karena sekarang musim hujan juga hingga masuk bulan suci Ramadan. Makanya habis Ramadan saja kembali akan diagendakan. Kaitan dengan anggaran yang jadi alasan maka bisa ditanya ke dinas pariwisata karena bukan kami yang punya urusan anggaran,” tambahnya.

Hanya saja, Jalal menegaskan, kegiatan Car Free Night dikemas dengan pesta rakyat. Kegiatan ini sebenarnya sudah lama dirancang dengan tujuan untuk bagaimana meramaikan Kota Praya yang belakangan diketahui mulai sepi. “Kita tidak bisa pungkiri kalau malam Kota Praya ini kegiatan hiburan atau hal yang mendatangkan keramaian agak terbatas. Sehingga tidak jarang untuk sekadar ngopi dan beli roti saja kita harus ke Mataram. Maka dengan adanya Car Free Night Kota Praya ini menjadikan ruang bagi pelaku UMKM untuk bisa berjualan pada malam hari,” terangnya.

Baca Juga :  Sepekan Terombang-Ambing, Dua Nelayan NTT Selamat

Kegiatan Car Free Night ini juga sebagai wadah bagi para pelaku seni dan para generasi muda untuk menampilkan berbagai karyanya. Karena selama ini banyak generasi muda di Lombok Tengah yang sebenarnya memiliki keahlian namun tidak ada ruang untuk mengaktualisasikannya. “Maka dengan adanya kegiatan Car Free Night ini membuat generasi muda kita bisa tampil di daerah sendiri dan kalau Kota Praya tetap ramai. Secara otomatis perekonomian warga akan semakin meningkat,” tambahnya. (met)

Komentar Anda