Soal UMP, Gubernur Ikut SE Menaker

Terkait Keputusan Gubernur Tiadakan Kenaikan UMP 2021

illustrasi

MATARAM – Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah akhirnya mengikuti Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah untuk tidak menaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) NTB tahun 2021. Keputusan Gubernur Zulkieflimansyah tersebut dinilai tidak berpihak kepada nasib buruh yang semakin terpuruk di tengah pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Menaker RI Ida Fauziyah meminta pemerintah daerah tidak menaikkan UMP 2021 dengan landasan Surat Edaran Menaker RI Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada masa pandemi Covid-19.

NTB bersama 17 provinsi lainnya, di Indonesia menyatakan mengikuti SE Menaker RI untuk tidak menaikkan UMP 2021, seperti Jawa Barat, DKI, NTT dan lainnya. Sementara sebagian daerah lainnya justru mengabaikan SE Menaker tersebut, dengan tetap menaikkan UMP dengan persentase yang bervariasi, seperti Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan beberapa provinsi lainnya di Indonesia.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Provinsi NTB Hj T Wismaningsih Drajadiah menutup informasi terkait kebijakan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah yang tidak mau menaikkan UMP 2021 dan lebih memilih mengikuti SE Menaker Ida Fauziyah. Wismaningsih berdalih, kebijakan terkait tidak ada kenaikan UMP 2021 merupakan kewenangan pemerintah pusat.  

“Bisa langsung tanyakan kepada pak Sekda H Lalu Gita sebagai ketua dewan pengupahan,” ujar Kepala Disnaker NTB Wismaningsih kepada Radar Lombok, Minggu (1/11).

Terpisah, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah dikonfirmasi terkait tidak adanya kenaikan UMP 2021 berdalih belum mengecek terkait persoalan UMP.

“Saya cek ya,” ujarnya singkat saat dihubungi.

Sementara itu, Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) NTB, Yustinus Habur mengatakan, penetapan UMP 2021 di NTB naik atau tidak tergantung dari keputusan Gubernur NTB. Jika Gubernur Zulkieflimansyah memikirkan nasib buruh dan rakyatnya yang terus dilanda bencana dan semakin terpuruk daya beli, maka pastinya UMP 2021 akan dinaikkan, seperti daerah lainnya yang tetap menaikan UMP, meski ada SE dari Menaker. Terlebih dari buruh mengharapkan adanya kenaikan UMP, di saat kondisi daya beli semakin terpuruk.

“Kita sebagai buruh dan pekerja hanya berdoa saja semoga  bapak Gubernur prihatin dengan keadaan pekerja dan buruh,” ungkapnya.

Bahkan ia akan melakukan pertemuan dengan Gubenur NTB Zulkieflimansyah untuk membahas kembali penetapan UMP 2021 ini. Lantaran, serikat pekerja masih keberatan dengan putusan UMP 2021 yang tidak naik. Pasalnya putusannya berdasarkan SE Menaker, di mana undang-undag dalam SE tersebut dibuat cepat dan diuji kevalidannya masih kurang. (dev)