SMPN 17 Mataram Bangga Ikut LSS

TIM PENILAI: Tim penilai berkunjung ke SMPN 17 Mataram kala menilai kondisi sekolah ini dalam LSS (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 17 Mataram tercatat sebagai salah satu sekolah yang ikut dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat provinsi. Keikutsertaan sekolah ini dalam lomba tersebut membuat jajaran sekolah itu merasa bangga.

Kepala SMPN 17 Mataram, H Nazarudin mengatakan, sekolah yang dipimpinnya terpilih mewakili Kota Mataram dalam LSS tingkat Provinsi NTB. Keterpilihan sekolahnya membuat dirinya bangga, padahal secara geografis letak sekolah ini berada di pinggiran Kota Mataram.

“Di lain sisi, siswa sekolah kami juga banyak berasal dari keluarga kurang mampu,” ungkapnya, Selasa (11/10).

Dengan kendala yang dihadapi, jelasnya, tidak membuat pihaknya harus mengeluh. Sebaliknya, segala potensi siswa dibangkitkan untuk dikembangkan kreativitas dan keterampilannya. "Kami sempat tidak percaya kalau sekolah kami lolos ke tingkat provinsi," imbuhnya.

Kendala tersebut dianggap belum seberapa, yang paling kontgras kekurangan yang dimiliki sekolah ini adalah fasilitas kelengkapan yang dimiliki masih sangat terbatas. Namun demikian, pihaknya bertekad terus berbenah agar menjadi sekolah yang lebih baik.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai LSS Tingkat Provinsi NTB, Amir mengatakan, pada saat pemeriksaan berlangsung di seluruh sudut SMPN 17 Mataram, pihaknya menilai sekolah tersebut masih perlu meningkatkan kebersihan. Sementara fasilitas lain seperti kantin dan toilet siswa dinilai cukup bersih.

Di sekolah ini disebutnya memiliki kelengkapan yang relatif memadai. Mulai dari toilet, kantin, UKS, tempat cuci tangan, tempat sampah dan ruangan yang lainnya. Namun begitu, fasilitas-fasilitas tersebut masih perlu diperbanyak. Sebut saja seperti minimnya penyediaan sabun tangan, kemudian tulisan-tulisan yang mengingatkan siswa cara hidup sehat.

Dikatakan, ada tiga jenis yang menjadi pokok dalam penilaian di LSS ini, baik dari tingkat kota maupun nasional yakni pendidikan kesehatan, lingkungan sekolah dan pelayanan kesehatan. Penilaian terhadap ketiganya disebutnya harus terpenuhi. (cr-rie)