SMKN 1 Lingsar Ciptakan Mobil Bertenaga Matahari

GIRI MENANG-Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lingsar, berhasil menciptakan Motor Listrik bertenaga matahari. Motor Listrik model ATV dengan daya 2 KW ini, diklaim sebagai kendaraan ramah lingkungan karena mampu mengurangi polusi udara. Tak hanya itu, sekolah kejuruan ini juga berhasil menciptakan produk terbaharukan lainnya seperti; kincir angin berbasis microhydro, pembangkit listrik tenaga air, serta mesin pencacah sampah.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dalam sambutannya mengungkapkan bahwa inovasi yang dilahirkan oleh tangan kreatif siswa- siswa SMK tersebut merupakan bentuk dari industrialisasi.

“Industrialisasi tidak serta merta dengan hal besar. Pemanfaatan teknologi yang mampu memudahkan pekerjaan manusia, dari cara konvensional menjadi modern dengan tujuan mengubah sosial ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat,” ungkap Gubernur NTB yang akrab di sapa Bang Zul, saat meresmikan  SMKN 1 Lingsar, sebagai Sekolah Mandiri Teknologi Energi Terbaharukan (TET), Jum’at (31/1/2020).

Gubernur ahli Ekonomi itu, juga meminta agar berbagai jenis inovasi yang diproduksi terus dikembangkan. Jika perlu diproduksi massal dengan harapan dapat digunakan sebagai kendaraan dinas pegawai di NTB.

Oleh karena itu, dikatakan gubernur motor Listrik dengan type ATV produk motor berbahan bakar solarcell dengan pemanfaatan sinar matahari itu, supaya dilakukan pendampingan dalam hal memproduksinya. Bahkan doktor Zul mengintruksikan langsung jajaran STIP Banyumulek untuk segera berkolaborasi mengembangkan serta memproduksi karya putra daerah.

“Tidak hanya sebagai media untuk praktek, namun mampu di produksi massal sesuai dengan standar nasional,” ucap Bang Zul

Sementara itu, wakil gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, saat diminta tanggapannya terkait inovasi kreatif. Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi itu mengapresiasi penuh, baginya motor listrik dengan berbahan bakar solar cell ini harus mendapatkan tempat didaerah sendiri.

“Produk yang kita hasilkan tidak kalah bagusnya dengan produk luar NTB. Saatnya mengubah pola pikir untuk lebih memanfaatkan produk lokal NTB,” katanya

Selain itu, wagub alumni Institut Teknologi Surabaya itu, menegaskan agar kendaraan operasional pengangkut sampah yang disumbangkan didesa- desa untuk diganti dengan motor listrik hasil siswa siswi SMKN 1 Lingsar.

“Saya minta dikoordinasikan dan kawal dengan baik sehingga dapat tereksekusi,” tegas wagub

Sementara itu, Plt. Dirjen Pendidikan Vokasi (Kejuruan) Kemendikbud RI Dr. Ir. Patdono Duwignjo, M.Eg. Sc, menilai prestasi yang dicapai SMKN 1 Lingsar sangat baik, dimana pendidikan advokasi seperti SMK, nantinya diharapkan berdampak pada lingkungan dengan terobosan energi terbaharukan.

“Keahlian siswa-siswi SMK harus terus di asah. Sehingga pada akhirnya tidak hanya menjadi rujukan bagi sekolah lain namun juga sebagai sumber energi di wilayah yang belum teraliri listrik”, ungkap Plt.Dirjen

Sebelumnya Kepala PLT. Kadis Dikbud Provinsi NTB Dr.H.Aldy Furqon, M.Pd,  dalam laporannya ada 12 sekolah SMK di NTB menjadi pilot pengembangan teknologi rekayasa. SMKN 1 Lingsar adalah salahsatu sekolah yang pertama meresmikan program Teknik Energi Terbarukan (TET) dengan design Technology Energy Surya Hidro dan Angin (TESHA). “Alhamdulillah SMKN 1 Lingsar telah mandiri energi dengan menghasilkan 22.000 KW, sehingga peralatan yang diberikan oleh Kementerian di sekolah ini dioperasikan dengan listrik mandiri,” kata Kabid Pembinaan Ketenagaan Dikbud Provinsi NTB.

Sementara itu, menurut data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, jumlah SMK tercatat 171 unit dengan rincian 71 unit berstatus negeri dan sisanya swasta. (Diskominfotik NTB)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaWagub: Kami Tetap Pantau Dua Mahasiswa NTB di Wuhan
Berita berikutnyaNTB dan PLN Kembangkan Bahan Bakar dari Sampah