Siswa Pindahan Dimintai Kursi dan Meja, Kepala SMPN 1 Tanjung: Itu Sukarela

Ahmad Toha Fauji (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Pihak SMPN 1 Tanjung diduga meminta ke siswa mutasi atau pindahan untuk menyerahkan kursi dan meja belajar ke sekolah agar permintaannya dikabulkan.

Informasi ini bersumber dari salah seorang warga. “Tumben ada yang seperti ini. Ini kan agak memberatkan terlebih bagi keluarga yang kurang mampu,” ujar sumber yang tidak bersedia dikorankan namanya tersebut, Kamis (6/7).

Sumber tersebut pun menyayangkan hal ini. Terlebih itu dilakukan oleh sekolah favorit di KLU yang semestinya tidak terjadi kekurangan kursi dan meja belajar. “Jikapun kekurangan, bukankah itu menjadi tanggungan pemerintah,” sesalnya.

Baca Juga :  Menyusahkan Wisatawan, Gubernur Minta One Gate System Dikaji Lagi

Terkait persoalan tersebut, Kepala SMPN 1 Tanjung Ahmad Toha Fauji mebantah. Menurut Toha ada kesalahpahaman. Penyerahan kursi ataupun meja bukan sebuah keharusan. “Yang pindah ke kelas VIII dan IX itu kita minta sumbangan meja dan kursi kalau mampu. Kalau tidak ya tidak apa-apa. Itu sukarela. Kami tidak memaksa itu harus,” jelasnya.

Pihaknya meminta sumbangan kursi atau meja karena selama ini ada beberapa yang mengalami kerusakan. Kebijakan ini jelasnya sudah disosialisasikan kepada komite sekolah sejak tahun lalu. Namun karena ini bersifat sukarela maka jika siswa tidak mengeluarkan pun tidak jadi persoalan. “Kami juga bukan meminta dalam bentuk uang. Kalau uang itu kami tolak,” ucapnya.

Baca Juga :  Prancis Pantau Pencarian Warganya yang Hilang

Jika ada informasi yang berkembang bahwa pihaknya mengharuskan siswa untuk menyerahkan kursi dan meja, sebagai syarat pindah apalagi syarat masuk untuk siswa baru kata Toha, maka itu adalah tidak benar. Toha pun sampai menyinggung bahwa tunggakan para siswanya sampai saat ini banyak, tetapi pihaknya juga tidak pernah sampai menagih. “Contoh sederhana buku hilang kan itu harus diganti. Tetapi karena tidak mampu ya mau diapain,” jelasnya. (der)

Komentar Anda