Sektor Pertanian dan Peternakan Harus Diperkuat

SEKTOR UNGGULAN : Nampak lahan pertanian padi masyarakat di wilayah Lombok Tengah. (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Sektor Pariwisata dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi pendongkrak ekonomi NTB di 2021 di tengah pandemi Covid-19. Namun perlu adanya program pendukung lainnya, mengingat pariwisata dan UMKM ini berkaitan. Tak hanya itu saja, sektor lainnya juga perlu diperkuat, seperti pertanian, peternakan dan lainnya.

Menurut Anggota DPRD NTB Komisi II Bidang Perekonomian Fraksi PDI Made Slamet, bahwa sektor pertanian, perternakan, perkebunan dan lainnya masih kuat mendongkrak pertumbuhan ekonomi NTB. Terlihat dari kondisi di 2020, pertanian menjadi harapan mendongkrak ekonomi NTB. Jika dibandingkan dengan daerah lain, misalnya Bali yang mengandalkan 80-90 persen sektor pariwisata. Begitu pariwisata lumpuh ekonominya juga ikut lumpuh total. “Tapi kita masih bisa berjalan, artinya harus diperkuat sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan lainnya. Jangan ditinggalkan, nanti semua menjadi lumpuh,” ujar Made Slamet.

Apalagi pada sektor pariwisata dan UMKM yang diperkuat untuk kebutuhan bahan baku mereka juga berada di sektor lainnya. Dengan memenuhi kebutuhan pariwisata dan UMKM dari dalam daerah, maka ekonomi masyarakat juga akan bergerak. “Jadi itu banyak pengaruhnya, seperti berapa banyak pengangguran tertekan, sehingga ekonomi masyarakat bisa bangkit lagi di 2021,” imbuhnya.

Menurut Made Slamet, selama ini jika melihat sektor pariwisata NTB sedang mengalami cobaan akibat Covid-19 ini, namun daerah sudah mempunyai program yang luar biasa untuk pariwisata. Untuk itu sekarang merupakan kesempatan untuk berbenah, karena kebangkitan pariwisata sudah di depan mata. “Mudah-mudahan MotoGP 2021 itu bisa terselenggara. Kita minta semua stakeholder dan masyarakat untuk mempersiapkan betul semua program pariwisata ke depan, karena dampak multiplayer effeck-nya luar biasa,” ungkapnya.

Terlebih lagi, terkait dengan UMKM karena memang berkaitan dengan pariwisata tentu dampaknya sangat luar biasa. Sembari menunggu gelaran event dunia tersebut, maka perlunya UMKM mempersiapkan semuanya. Pasalnya, tidak semua produk UMKM bisa terserap di dunia pariwisata, melainkan harus memenuhi persyaratan dan standar ditentukan. “Dari sekarang kita, termasuk pembinaan UMKM dan lainnya. Sehingga mudah-mudahan cepat Covid ini berlalu. Apalagi pariwisata sudah sangat menjanjikan bagi NTB,” ucapnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB H Lalu Gita Ariadi mengatakan, tidak saja sektor pariwisata, melainkan sektor lainnya, seperti perhubungan, perdagangan dan sebagainya. Meskipun pandemi Covid-19 masih terjadi, Pemprov berupaya untuk membangkitkan kembali multi sektor secara perlahan.“Jika pandemi ini berakhir, maka perekonomian akan segera pulih terutama menggeliatnya kembali sektor pariwisata,” ujarnya.

Pada akhir 2020 ini Provinsi NTB khususnya Lombok salah satu pilihan wisatawan untuk berkunjung. Karena syarat yang ditentukan kepada pengunjung dinilai lebih ringan jika dibandingkan dengan daerah lain, seperti Bali. Sehingga diharapkan, kondisi ini bisa menggeliatkan kembali sektor pariwisata di NTB. Pada 2021 mendatang, para pelaku usaha di NTB diharapkan bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan usaha. “Karena event MotoGP yang akan digelar 2021 mendatang tidak saja dimanfaatkan oleh Provinsi NTB sebagai tuan rumah, melainkan daerah – daerah lain, seperti Jawa Barat akan membantu NTB untuk membuat souvenir,” katanya. (dev)