Sekolah Terpencil Dianggarkan Rp 1,78 Miliar

TERPENCIL : Murid-murid MI Al-Hidayah Tarbiyah Islamiyah Dusun Aik Mual Desa Sekotong Timur Kecamatan Lembar Lobar saat menyambut rombongan TNI dari KODIM/1606 Lobar yang melakukan peninjauan kegiatan TMMD September-Oktober 2016 di sekolah terkait beberapa waktu lalu (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG -Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memberikan perhatian terhadap keberadaan sekolah-sekolah terpencil. Di APBD 2017, akan dianggarkan Rp 1,78 miliar lebih untuk sekolah-sekolah terpencil.

Sekretaris Daerah Lobar HM. Taufiq menerangkan, anggaran tersebut sudah dicantumkan di RAPBD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk tahun 2017. Anggaran tersebut untuk perbaikan atau rehab sekolah-sekolah di wilayah terpencil dan pembangunan ruang kelas baru (RKB) SD dan SMP yang berada di wilayah terpencil seperti di wilayah Sekotong. “ Selain untuk rehab SD juga dialokasikan untuk RKB SD, pembangunan RKB SMP dan rehab SMP,” ungkap Taufiq kemarin merespon pertanyaan dewan soal perhatian Pemkab terhadap sekolah terpencil.

Diterangkan Taufiq, secara terus-menerus dan bertahap Pemkab memberikan bantuan dan perbaikan ke sekolah-sekolah lainnya.

Sebelumnya, dewan mempertanyakan komitmen Pemkab Lobar dalam menangani sekolah-sekolah terpencil. Karena di RAPBD 2017 sendiri, anggaran untuk pendidikan lumayan banyak yakni mencapai 30 persen. Sehingga diharapkan agar lebih memperhatikan infrastruktur pendidikan terutama di wilayah terpencil mengingat masih banyak bangunan sekolah yang sudah tidak layak atau rusak.

Seperti diketahui pula dalam RAPBD Lobar 2017 sebesar Rp 1,598 triliun lebih dan belanja Rp 1,590 triliun lebih. Surplus sebesar Rp 7,95 miliar lebih. Fakta di lapangan sendiri, sekolah yang berada di daerah terpencil dan kondisinya belum memadai sesuai kebutuhan, adalah sekolah swasta. Seperti contohnya MI dan SMP Al-Hidayah Tarbiyah Islamiyah, yang merupakan sekolah satu atap yang berada di atas gunung, tepatnya di Dusun Aik Mual Desa Sekotong Timur Kecamatan Lembar. Untuk mencapai lokasi terbilang sulit, harus naik turun gunung dulu melewati jalan baru yang dibuka TNI dari KODIM/1606 Lobar melalui kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) September-Oktober 2016. Namun jalan ini masih tanah berbatu belum diaspal.

Kondisi fisik MI dan SMP ini sudah permanen, berkat kerja sama apik masyarakat setempat bersama TNI. TNI membantu pembangunan sekaligus membantu penyediaan sejumlah material bahan bangunan. Namun yang masih menjadi persoalan saat ini kata Kepala MI, Multazam adalah, kurangnya ruang kelas. Jumlah ruang kelas hanya tiga, sementara ada enam rombongan belajar dari kelas satu sampai kelas enam, yang masuk pagi. Kemudian satu rombongan belajar SMP kelas VII yang masuk siang.

Selama ini kata Kepala MI Multazam, tidak ada bantuan dari pemerintah untuk sekolah yang berdiri sejak 2010 ini. Sementara pada kenyataanya, banyak sekali anak yang tidak sekolah di empat dusun sekitar karena akses pendidikan sangat jauh. (zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid