Sekolah di Lotim Kembali Belajar Tatap Muka

SEKOLAH DIBUKA : Sekolah di Lotim diperkenankan lagi untuk laksanakan belajar tatap muka, namun dengan syarat harus menerapkan Prokes yang ketat. (M GAZALI/RADAR LOMBOK )

SELONG – Pemkab Lombok Timur  kembali memperbolehkan sekolah untuk menggelar  belajar tatap muka, setelah sebelumnya ditutup selama empat hari . Kebijakan penutupan sekolah ini disebabkan karena sebagian besar tidak mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Terlebih lagi peningkatan kasus Covid -19 belum terkendali. 

Kebijakan Pemkab Lotim mengelar kembali belajar tatap muka setelah sekolah, baik itu jenjang SD, maupun  SMP dipastikan menerapkan protokol kesehatan. Bahkan  Pemkab Lotim turun langsung monitoring ke sejumlah sekolah. 

” Hari ini (kemarin red) semua sekolah kembali melaksanakan belajar tatap muka. Dan saya juga sudah pantau sejak Sabtu dan Minggu, ” kata Sekda Lotim HM  Juaini Taofik Senin (1/2).

Digelarnya kembali belajar tatap muka di sekolah juga telah dibahas dalam rapat dengan Dinas Dikbud yang dipimpin langsung Bupati Lotim H Sukiman Azmy.  Dalam arti dalam rapat itu ditentukan sekolah mana saja diperbolehkan dan tidak untuk melaksanakan belajar tatap muka.

“Sekolah yang diperbolehkan untuk belajar tatap muka ini adalah sekolah yang betul betul siap untuk menerapkan Prokes. Artinya sekolah yang buka ini yang betul- betul siap melaksanakan belajar tatap muka, ” katanya.

Bagi sekolah yang tidak sanggup melaksanakan dan menerapkan protokol kesehatan, maka tetap tidak diperbolehkan untuk mengelar langsung aktivitas belajar mengajar. Tapi Taofik tidak mengetahui pasti berapa jumlah sekolah yang diizinkan untuk menggelar belajar langsung. 

 “Tapi saya lihat sekolah yang dibuka sudah sangat bagus sekali dalam penerapan Prokes dan juga berbeda dengan sebelumnya ” ujarnya.

Tidak hanya soal Prokes, tapi sekolah juga diharuskan untuk membatasi waktu belajar. Di mana paling lama belajar digelar sampai pukul  10.00 Wita- 11.00 Wita, itu pun juga menggunakan sistem shift.

” Bahkan pak Bupati Sukiman Azmy dengan tegas mengatakan, kalau sekolah itu tidak siap tidak usah laksanakan belajar di sekolah ” tutupnya. (lie)