Sejak Dipimpin Pjs, Kedisiplinan ASN Lobar Menurun

Kedisiplinan ASN Lobar Menurun
KEDISIPLINAN : Sebagian ASN Lobar saat ada kegiatan di aula kantor Bupati Lombok Barat di Giri Menang belum lama ini. Dewan menyoroti turunnya kedisplinan ASN setelah dipimpin Pjs Bupati Lobar. (Ist for Radar Lombok)

GIRI MENANG – Kalangan DPRD Lombok Barat memberikan perhatian terhadap kedisiplinan para ASN Lombok Barat semenjak dipimpin oleh Pjs Bupati H. Lalu Saswadi mulai awal Februari lalu.

Hal ini disampaikan salah satu anggota DPRD Lobar H. Ahmad Zaenuri kemarin. Ia menilai kedisiplinan para ASN di Lobar semenjak dipimpin Pjs Bupati ini menurun kalau dibandingkan saat ada bupati definitif.”Sejak ada Pjs bupati, PNS di Lobar banyak yang tidak disiplin,” tegasnya saat ditemui kemarin.

Ia mengaku sudah keliling ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang di Lombok Barat. Ia menemukan pada jam kerja, para pejabat dinas banyak yang tidak ada di tempat kerja. Selain dengan melakukan Sidak, ia juga memantau dari setiap pelaksanaan sidang paripurna yang digelar oleh DPRD. Tingkat kehadiran para pejabat dan pimpinan OPD Lobar sangat rendah.”Saya sudah cek ke kantor mereka, para  pejabat banyak yang tidak ada di lokasi,” ungkapnya.

Kalau diprosentasekan lanjut Zaenuri, tingkat disiplin PNS Lobar semenjak dipimpin Pjs maksimal 70 persen. Ini prosentase maksimalnya, malah ada yang lebih parah. Dari itu pihaknya meminta Pjs Bupati Lobar untuk melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke beberapa SKPD yang ada di Lombok Barat, dan memberikan pembinaan kepada semua ASN agar kedisiplinan para PNS tetap tinggi.”Pjs bupati sekali-sekali lakukan Sidak untuk  melihat kondisi ASN Lobar,” tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Lombok Barat H. Moh.Taufiq menjelaskan pihaknya Pjs bupati setiap hari melakukan pemantauan ASN terutama saat pelaksanaan apel pagi. Untuk mengawasi kedisiplinan pada ASN tersebut pihaknya akan mengeluarkan surat edaran kewajiban untuk mengikuti apel pagi dan siang.” Saya akan keluarkan kewajiban apel pagi dan apel sore untuk semua dinas dan pimpinan SKPD,” tegasnya.

Sekda mengakui ada beberapa kepala SKPD yang malas mengikuti apel di OPD yang ia pimpin.” Kadang kepala OPD ini tidak mau mengikuti apel,” tegasnya.

Atas temuan ini pihaknya sangat meminta sekali kepada semua pimpinan SKPD untuk menjadi contoh bagi para staf dan bawahan untuk rajin mengikuti apel pagi dimasing-masing SKPD.” Saya mohon semua kepala SKPD berikan tuntunan kepada bawahan. ”  imbuh Sekda.

Kedepannya untuk memberikan efek jera kepada ASN yang kurang disiplin ini, Sekda berencana memberikan sanksi melalui pemotongan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) dimana nanti besaran TKD yang akan diberikan kepada para ASN Lobar disesuaikan dengan tingkat kehadiran melalui perekaman absen yang ada. “Saya masih mempertimbangkan untuk menerapkan sanksi TKD dengan konpensasi tingkat kehadiran.” tegasnya.(ami)