Sarjan Dinilai Pilihan Alternatif Pimpin Unram

Prof. Muhammad Sarjan

MATARAM—Tampuk pimpinan di Universitas Mataram (Unram) akan segera berganti. Masa kerja Prof. H. Sunarpi yang kini menjabat sebagai rektor akan berakhir September  mendatang.

Meski suksesi kepemimpinan di tubuh kampus ini relative cukup jauh, sudah ada beeberapa nama yang digadang layak menggangtikan Sunarphi. Salah satu yang disebut-sebut belakangan ini adalah Prof. H. Muhammad Sarjan.

Salah satu dosen Unrman, Dr. Agus Purbathin Hadi  bersama sejumlah rekan dosen lainnya mengatakan, sosok Prof, Muhammad Sarjan memiliki kompetensi dan pengalaman memajukan Unram menjadi Perguruan Tinggi kelas dunia. Sosok ini dianggap kenyang pengalaman, baik dalam negeri maupun luar negeri untuk menjalin kemitraan dan kerjasama.

“Sosok beliau bisa memberi harapan baru dalam meningkatkan daya saing Unram,” katanya, belum lama ini.

Dosen dan sejumlah guru besar Unram memberi dukungan terhadap Prof. Sarjan. Dukungan yang diberikan kepada sosok ini  karena dinilai mampu mempersatukan sejumlah faksi-faksi yang terkotak-kotak di Unram. Termasuk juga berbagai persoalan yang dianggap kurang mendukung kemajuan dosen.

Hal sama juga disampaikan salah seorang dosen Fakultas Teknik Unram, sosok Prof. Sarjan dinilai memiliki manajemen kepemimpinan yang bisa menggandeng semua pihak. Sarjan dianggap juga memberikan perhatian terhadap dosen dalam meningatkan kualitas akademik dan berbaur langsung dengan mahasiswa dalam membentuk karakter sesuai visi misi PT.

“Pak Sarjan memiliki jejaring nasional, internasional. Termasuk jejaring dengan pemerintah daerah yang justru sangat bagus dan sudah dijalankan oleh pak Prof. Sarjan,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. H. Muhammad Sarjan mengaku tergerak untuk mengembalikan Unram kembali ke ‘khittah’ Tri Dharma PT. Unram dinilai memiliki potensi luar biasa dalam bersaing menjadi PT terbaik di Indonesia bahkan dunia. Unram memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat luar biasa tidak kalah dengan PTN lainnya di Indonesia. Hanya saja, selama ini SDM yang begitu berkulitas dan memiliki daya saing tersebut belum mendapatkan peluang dan perhatian yang semestinya.

“Unram memiliki SDM yang luar biasa, tapi masih kalah peringkatnya dengan Universitas Halileuo, Kendari. Padahal,  baru 10 tahun berdiri. Sementara Unram sudah 55 tahun, tapi berada di peringkat ke 36,” ujarnya.

Sarjan tak menampik jika di kepemimpinan rektor yang sekarang dan sudah menjabat dua periode tersebut, telah menorehkan beberapa hasil. Namun, berbagai kemajuan tersebut akan semakin lebih baik, jika lembaga PTN dalam hal ini Unram bisa menjadi sejajar dengan perguruan tinggi ternama lainnya. Seperti halnya, Unram berdiri bersamaan dengan Universitas Brawijaya dan justru lebih muda juga Universitas Negeri Semarang. Namun Unram berada jauh di peringkat bawah. Padahal, dari sisi ketersediaan SDM di Unram tidak kalah dengan PTN tersebut.

“Kalau dikelola dengan baik, maka saya yakin Unram kedepannya akan lebih baik lagi dan bisa sejajar dengan PTN ternama lainnya. Semua itu dilakukan melalui membangun kebersamaan dan tidak ada lagi kotak-kotakan di internal Unram. Serta lebih mengaplikasikan Unram mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

Prof. Sarjan kelahiran, Kelayu Lombok Timur 1962 ini menyelesaikan S2 dan S3 di University of Adelaide -Australia. Sarjan meraih gelar profesor dan guru besar pada usias 46 tahun  dan pernah menduduki jabatan Dekan Fakultas Pertanian Unram 2010-2014. (luk)