Samira Aljufrie, Joki Polo Berdarah Lombok

TAMPIL; Inilah penampilan Samira Aljufrie saat unjuk kebolehannya menunggang kuda sambil bermain golf belum lama ini. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

Ingin Kembangkan di Lombok, Kerap Tampil di Sejumlah Negara Eropa Tidak banyak orang yang menggeluti olahraga Polo. Lantaran olahraga yang satu ini termasuk olahraga mahal dan berkelas. Namun tidak bagi sosok Samira Aljufrie, perempuan berdarah asli Lombok ini justru sosoknya sudah kerap tampil di sejumlah negara Eropa. 


NASRI BOEDJANA–MATARAM


NAMA Samira Aljufrie mungkin terdengar asing di telinga warga Lombok. Namun siapa sangka, Joki Polo, olahraga berkuda dikombinasi olahraga golf ini merupakan perempuan berdarah Lombok. Olahraga Polo tidak banyak yang menggelutinya, karena selain olahraga berkelas jokinya membutuhkan nyali besar, dan dituntut memiliki tingkat kefokusan yang tinggi.

Samira sapaan akrabnya, saat ini ia aktif sebagai joki Polo di Pulau Bali. Karena di Lombok, sementara ini belum ada yang tertarik dan belum memiliki fasilitas yang standar. Sebagai warga keturunan Lombok, Samira memiliki keinginan untuk mengembangkan olahraga Polo di NTB secara umumnya. “Memang tidak banyak yang mampu jadi joki Polo ini. Karena banyak yang gak sanggup di biaya. Tapi nanti saya akan kembangkan di NTB,” beber Samira kepada Radar Lombok, Kamis (17/2).

BACA JUGA :  Cerita 6 TKW Asal NTB Yang Kabur Di Turki

Lahir dan memiliki darah Lombok, Samira pun dipercaya sebagai Ketua Komisi Polo di Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) NTB. Baginya tugas sebagai ketua komisi ini cukup berat, lantaran olahraga Polo di NTB begitu familiar. Namun bagaimanapun juga, sebagai perempuan yang memiliki darah dari Desa Mantang, Kabupaten Lombok Tengah ini merasa memiliki tanggung jawab besar untuk membesarkan nama NTB melalui olahraga Polo tersebut.

Samira menggeluti olahraga asal Argentina tersebut terbilang belum terlalu lama. Pasalnya ia aktif sekitar akhir tahun 2019 silam. Namun karena memiliki hobi berkuda dan intens berlatih di Jakarta. Akhirnya ilmu berkuda yang dikombinasikan dengan main golf ini pun berhasil di kuasainya.

Atas keaktifan dan skilnya yang mulai berkembang, Samira pun kerap di undang tampil unjuk kebolehan di sejumlah negara Eropa. “Olahraga polo ini kan olahraga favorit para raja. Makanya saya juga pernah diundang ke Qatar, dan beberapa negara Eropa lainnya,” tuturnya.

BACA JUGA :  Usaha Pedepokan Pawang Selaparang Gegutu Timur Pertahankan Tradisi Peresean

Perkembangan Samira di olahraga Polo terbilang cukup pesat. Akhirnya dengan skill yang langka tersebut, ia pun membuat semacam klub Polo di Pulau Bali. Lewat klub itu, ia pun dikenal banyak oleh kalangana dari mancanegara. Kesempatan itu pun tidak di sia-siakan. Karena ilmunya selama ini mulai akan di praktekkan untuk masyarakat NTB.

Adapun rencana pengembangan olahraga Polo di NTB ini, lokasinya akan difokuskan di Lombok dengan memanfaatkan kuda kuda lokal yang ada di NTB. Prihal biaya, diakuinya memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun kalau sudah banyak yang berminat, semuanya dinilai akan mudah berjalan. “Biayanya memang gak sedikit. Tapi kita pelan-pelan akan berkembang,” katanya.

Samira yang belajar olahraga Polo di Srikandi Polo Team ini mengakui polo berkuda bukanlah olahraga yang mudah. Sebab, olahraga satu ini mengandung risiko cukup besar. Karena itu, butuh latihan yang mumpuni. “Polo adalah salah satu olahraga berbahaya. Pemain harus bisa mengontrol kuda dan juga menjalankan taktik,” tambah Samira. (**)