Mengintip Aktivitas Penghuni Lapas Praya Selama Ramadan

Mengintip Aktivitas Penghuni Lapas Praya Selama Ramadan
SALAT BERJAMAAH: Para napi sedang melaksanakan salat berjamaah sebagai kewajiban mereka. (SAPARUDIN/RADAR LOMBOK)

Memanfaatkan bulan suci Ramadan tidak hanya dilakukan oleh orang mukmin yang menghirup udara segar. Namun, umat muslim yang ada di dalam penjara pun tidak mau ketinggalan memanfaatkan bulan yang mulia ini. Mereka lebih tekun melaksanakan ibadah dan bahkan salat berjamaah jadi kewajiban.


SAPARUDDIN-PRAYA


RAMADAN adalah dambaaan semua umat muslim dunia tanpa terkecuali. Banyak umat Islam memanfaatkan bulan ini dengan perbuatan kebaikan. Ada yang rajin ibadah, ada yang rajin mengaji dan masih banyak lagi kegiatan yang dilakukan, yang bisa membawa manfaat baginya di dunia dan di akherat.

Saking banyaknya makna di balik bulan ini, semua orang berlomba-lomba berbuat kebajikan. Mereka tidak mau terikat dengan status dan yang lainnya. Yang terlintas adalah melaksanakan kebaikan mumpung mereka bisa bertemu dengan bulan seribu bulan.

Jangankan umat Islam yang menghirup udara segara di luar. Para napi yang meringkuk di rumah tahanan (Rutan) Negara Klas IIB Praya Lombok Tengah juga tidak kalah memanfaatkan bulan ini mengisinya dengan perbuatan keagamaan. Saking mereka menghormatinya, mereka sudah mewajibkan salat berjamaah antar sesama napi dan malamnya mengisiya dengan salat Tarawaih dan tadarusan. Layaknya dilakukan oleh umat muslim yang di luar rutan.

BACA JUGA :  Kepala SD Dipaksa Beli Buku Rongsokan

Kepala Rutan Praya Lalu Jumadi mengatakan, kalau di rutan,sebelumnya ada majelis taklim yang sudah dibentuk. Majelis taklim itu dinamakan Daruttaubah. “Jadi di rutan sudah ada majelis taklim dinamakan Daruttaubah, sehingga mereka sedikit tidak minimal satu kali seminggu diberikan siraman keagamaan,” katanya kemarin.

Untuk majelis taklim itu sendiri, pihaknya telah bekerja sama dengan sejumlah tuan guru. Di mana pada hari Minggu dan Rabu, mereka diberikan ceramah keagamaan. Dari hasil selama beberapa bulan di luar puasa, itulah diimplementasikan di bulan Ramadan ini, termasuk salat berjamaah itu adalah kewajiban yang dilakukan setiap waktu. “Jadi hasil pembinaan kegamaan, saya sendiri bisa rasakan, sebab setiap waktu datang salat, maka mereka berbondong-bondong ke musala untuk melaksanakan ibadah salat berjamaah,” paparnya.

Lalu Jumadi menambahkan, pengembangan keagamaan di intensifkan guna memberikan mereka pemahaman akan agama. Sehingga nantinya diharapkan mereka sadar terhadap apa yang pernah mereka lakukan. Terutama tak lagi berhadapan dengan hukum. ‘’Selanjutnya, paling tidak ada tambahan ilmu mereka dapatkan selama di lapas, jika mereka nantinya keluar,’’ tandasnya. (**)