Rumah Bertingkat di Dasan Sari Terbakar

KEBAKARAN: Petugas Pemadam Kebakaran berjibaku memadamkan api di lantai dua rumah milik Lalu Baharudin di Lingkungan Dasan Sari. (SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Rumah bertingkat di Lingkungan Dasan Sari, RT 07, Kelurahan Kebun Sari, milik Lalu Baharudin, 58 tahun, tiba-tiba keluar asap dari atap rumah. Kebakaran diduga akibat korsleting pada instalasi kelistrikan di langit-langit atap.

Warga pun berbondong-bondong datang membantu memadamkan api, karena lokasi berada di kawasan yang padat penduduk, dikhawatirkan menjalar ke rumah warga lainnya. Berselang 20 menit kemudian, petugas pemadam kebakaran datang. Beruntung tidak ada korban jiwa, dan api segera berhasil dipadamkan.

Kabid Operasional Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Dinas Damkar Kota Mataram, H Mazhur mengatakan kebakaran diduga dipicu korsleting arus listrik. Rumah bertingkat dua lantai tersebut, berada ditengah kawasan penduduk padat. “Pemadaman kurang lebih 30 menit, kerugian kurang lebih Rp 100 juta. Beberapa barang berharga tidak dapat diselamatkan,” katanya, kepada Radar Lombok, Senin kemarin.

Baca Juga :  106 Inovator Ikut Lomba Inovasi Daerah

Api pertama mengepul dari atap, lalu ke lantai dasar. Warga setempat juga berbondong-bondong membantu petugas dan pemilik rumah memadamkan api dari segala penjuru. Bahkan petugas pemadam kebakaran naik ke atas atap untuk bisa masuk ke lantai dua.

Tiga mobil dinas pemadam kebakaran diturunkan ke lokasi. Bahkan sampai pada pendinginan ruangan rumah setempat, sehingga percikan api betul-betul padam. Beberapa kawasan padat penduduk saat ini terus diminta tetap waspada dan menggunakan kabel yang SNI (Standar Nasional Indonesia). “Kita sudah imbau warga tetap menggunakan kabel SNI, dan sediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR),” ujarnya.

Selama ini, banyak kasus pemadaman kebakaran tidak lepas dari kondisi kabel yang digunakan. Bahkan kebakaran gudang banyak ditemukan karena kasus korsleting listrik, sehingga menimbulkan percikan api.

Baca Juga :  Reklame Berbau Pornografi Tuai Protes

Terdapat benda-benda yang mudah terbakar, seperti tumpukan kardus bekas, peralatan elektronik tak terpakai, hingga sepeda angin yang rusak. Beberapa benda berharga yang berhasil diselamatkan, dipilah pemilik rumahnya.

Korban kebakaran, Lalu Baharudin menuturkan dia baru menyadari jika  lantai dua rumahnya sudah dilumat ‘si jago merah’, setelah dirinya mendengar suara gemerutuk dari dalam kamarnya di lantai dasar.

Bersama warga sekitar, pihaknya berusaha memadamkan api, dan menelpon petugas pemadam kebakaran yang langsung merespon. “Saya langsung dibantu warga, dan telpon petugas pemadam kebakaran,” katanya. (dir)

Komentar Anda