RSUD Kota Mataram Kembali Aktifkan Ruang Isolasi Pasien Covid-19

DIAKTIFKAN LAGI : Ruang perawatan pasien Covid-19 di sejumlah faskes termasuk di RSUD Kota Mataram sudah diaktifkan. (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram membuka kembali ruang isolasi pasien Covid-19 menyusul ramainya warganya yang terpapar belakangan ini. Tak cuma itu, semua fasilitas kesehatan dan ruang perawatan juga diaktifkan kembali. Agar pasien yang perlu perawatan serius bisa langsung tertangani dengan baik. ‘’Ruang perawatan maupun ruang isolasi sekarang sudah diaktifkan sejak beberapa waktu lalu. Seperti di rumah sakit kota sekarang sudah dimanfaatkan lagi ,’’ ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, Rabu (2/11).

Peningkatan kasus Covid-19, sebut Nyoman, bukan hanya terjadi di Kota Mataram melainkan secara global, terlebih sudah terdeteksinya varian baru Omicron XBB yang penularannya disebut lebih cepat. Sehingga tidak ada pilihan selain deteksi dini dan penanganannya harus digenjot lagi. ‘’Early warning sistem-nya harus diperkuat lagi,’’ katanya.

Dengan peningkatan kasus covid-19, penerapan protokol kesehatan harus diperkuat lagi. Pemerintah pusat juga sudah meminta satgas penanganan Covid-19 di kabupaten/kota maupun provinsi harus memperketat lagi protokol kesehatannya. ‘’Tetapi jangan sampai pengetatan prokes itu mematikan pertumbuhan ekonomi yang sudah bagus. Itu arahan dari Bapak Wakil Presiden RI,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  OPD di Kota Mataram Terancam Tidak Terima TPP

Selain memperkuat prokes yang bisa melindungi dari penyebaran Covid-19, warga masyarakat juga diingatkan tentang upaya tracing, testing dan treatment (3T) yang dilaksanakan pemerintah. Tidak hanya untuk mencari warga yang tertular, tapi agar lebih cepat ditangani dan tidak menular ke warga lainnya. ‘’Kota Mataram sudah melakukan itu,’’ terangnya.

Dijelaskan juga, pemerintah pusat tetap menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Aturan tentang PPKM belum dicabut, seluruh daerah di indonesia termasuk Kota Mataram masih memberlakukan PPKM level 1. ‘’Untuk sementara PPKM masih level 1. Belum ada evaluasinya walaupun sekarang dinamikanya cukup kencang. Eksplorasi kasusnya juga cukup tinggi tapi kita masih PPKM level 1,’’ jelasnya.

Kota Mataram tetap mengantisipasi lonjakan kasus yang cukup tinggi. Tidak lain dengan menggencarkan protokol kesehatan lebih ditingkatkan dan vaksinasi yang memiliki catatan cukup penting untuk dilaksanakan. Mulai dengan vaksinasi booster maupun dosis ketiga harus ditingkatkan lagi capaiannya di Kota Mataram. ‘’Vaksin ini untuk mencegah penyebaran. Jadi mestinya harus kita tingkatkan juga capaiannya. Buktinya sekarang masih ada penambahan kasus. Ini juga untuk meminimalisir dampak penyebaran virus Covid-19,’’ tutup Nyoman.

Baca Juga :  Penerima BLT BBM Bertambah 475 Ribu KPM

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr H Usman Hadi mengatakan, terdapat 74 kasus Covid-19 tambahan di Kota Mataram selama bulan Oktober lalu. Kota Mataram menyumbang 46,54 persen penambahan Covid-19 di NTB selama bulan Oktober di NTB yang mencapai 159 kasus. Sementara tren kesembuhan Covid-19 di Kota Mataram masih fluktuatif. Pada bulan Oktober ada 60 kasus kesembuhan Covid-19, jumlah warga yang sembuh dari Covid-19 naik turun sejak awal Oktober.

Dengan kesembuhan kasus yang masih pluktuatif, Dinas Kesehatan mengatakan, exit dan entri tes terhadap warga masyarakat yang kontak erat dengan pasien positif bisa terus ditingkatkan. ‘’Karena berdasarkan status pemeriksaan 64,15 perseb merupakan kasus suspek, 40,74 persen aksus skrining dan 1,48 persen kasus follow up,’’ kata dr H Usman Hadi. (gal)

Komentar Anda