RSJ Siap Tampung Caleg Depresi karena Gagal

Ilustrasi Caleg Depresi
Ilustrasi Caleg Depresi

MATARAM – Persaingan memperebutkan kursi kekuasaan di Pileg mendatang akan sengit. Masing-masing calon harus mengeluarkan kemampuan terbaiknya, baik itu tenaga, pikiran bahkan uang. Persaingan yang sengit inilah yang menyebabkan akan banyak caleg yang berpotensi mengalami gangguan jiwa.

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma Mataram siap menampung para caleg yang depresi karena gagal nyalon. Direktur RSJ Mutiara Sukma, dr. Evi Hiktor Sire Nesti, mengungkapkan pihaknya tidak ada persiapan khusus mengantisipasi kemungkinan banyak caleg yang mengalami gangguan jiwa dan datang ke RSJ. Sebab fasilitas di RSJ Mutiara Sukma sudah memadai.” Seandainya ada peningkatan pasien usai pelaksanaan Pemilu, kita sudah siap memberikan pelayanan,” kata Evi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/3).

BACA JUGA: 106 WNA Miliki KTP-el, Baru 6 Terdeteksi Masuk DPT

Ia memastikan tidak akan ada perbedaan pelayanan untuk pasien, antara pasien caleg gagal dan pasien biasa. Rumah sakit memiliki Standar Procedur Operation (SOP) dalam memberikan pelayanan kepada pasien.Nantinya, ada pemilahan didasari tingkat gangguan jiwa yang dialami pasien. Apakah taraf ringan, sedang atau berat. Jika dari hasil pemeriksaan pasien tersebut disimpulkan gangguan kejiwaan berat dan akut, maka pasien itu harus menjalani perawatan di RSJ. Itu semata-semata untuk menjaga dan menjamin keselamatan pasien sendiri dan orang lain, maupun lebih maksimal proses penanganannya.” Jika pasien itu tergolong gangguan kejiwaan masih ringan dan sedang, bisa dilakukan dengan rawat jalan,” jelasnya.

Pasien tidak otomatis harus menjalani rawat inap begitu datang. Karena proses penanganan pasien bisa dilakukan di rumah. Menurutnya, proses penanganan dan penyembuhan pasien gangguan kejiwaan tergolong ringan dan sedang, itu dilakukan di tengah-tengah keluarga mereka.” Proses penyembuhan terbaik bagi pasian yang alami gangguan kejiwaan itu bersama keluarga,” imbuhnya.

RSJ Mutiara Sukma sudah memiliki dokter spesialis kejiwaan, psikiater, dengan jumlah tempat tidur 160 unit, enam bangsal bagi pasien tergolong berat dan akut, poli klinik, IGD dan lainnya. Selain itu, hingga saat ini belum ada peningkatan jumlah masyarakat berkonsultasi ke psikiater maupun dokter kejiwaan.”Relatif kondisi masih normal,” pungkasnya.(yan)