RSI Mandalika Dipastikan Rampung Akhir Desember

dr. Nurhandini Eka Dewi (Faisal Haris/radarlombok.co.id)
dr. Nurhandini Eka Dewi (Faisal Haris/radarlombok.co.id)

MATARAM – Proses pembangunan proyek Rumah Sakit Internasional (RSI) Mandalika yang ditargetkan rampung akhir Desember hingga saat ini progres pembangunannya baru mencapai 70 persen.

Pembangunan RS Internasional ini merupakan sarana pendukung perhelatan balap motor intrenasional MotoGP 2020 di sirkuit Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. “Progresnya RS Internasional baru mencapai 70 persen pembangunannya sekarang,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhandini Eka Dewi.

Pembangunan rumah sakit ini kontraknya sampai Desember. Jadi bukan soal kendala tapi belum waktunya karena pembangunannya masih berjalan. Ia juga tetap optimis meski baru selasai 70 persen pembangunan bisa dirampungkan 100 persen hingga akhir Desember nanti. “Ya kita tetap optimis lah. Apalagi mereka (pekerja) bekerja sampai 12 malam dengan pola tiga shif yang diterapkan untuk mengejar target,” katanya.

Lokasi pembangunan RS Internasional (RSI) berada eks lapangan Mandalika di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, dengan luas lahan 1,7 hektare dan luas bangunan 6.000 meter persegi, dibangun 4 lantai. Dari target selesai pada akhir Desemeber untuk pembangunan gedung saja. Tapi mengenai fasilitas pendukung lainnya akan dikerjakan mulai tahun 2021. “Gubernur dan pak asisten telah mengikuti rapat ke Jakarta untuk penambahan dana pembangunan Mandalika, termasuk rumah sakit,” katanya.
Mengenai penambahan dana untuk menuntaskan pembangunan RSI, pihaknya sudah mengajukan ke Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar RP 63,5 miliar. Termasuk untuk penyelesaian lanskap, pagar dan lain sebagainya. “Untuk alkesnya juga sudah di sana. Sehingga kita berharap siap pakai, makanya kita ngomong sama pemerintah pusat logikanya orang bangun rumah sakit itu bertahap sampai tiga tahun baru klier karena ini yang sudah kita laksanakan dalam pembangunan rumah sakit-sakit di NTB,” ucapnya.
Tapi RS Internasional ini, lanjutnya, harus klier tahun kedua karena langsung akan dipakai untuk mendukung perhelatan MotoGP 2021. “Jadi tolonglah ada dispensasi, agar ada perlakuan khusus untuk penyelesainnya. Ini yang kita perjuangkan karena kalau nggak ada rumah sakit di sana (Mandalika) kita juga ikut malu,” imbuhnya.
Di sisi lain juga, disampaikan soal tenaga kesehatan yang akan bertugas ketika RS Internasional beroprasi di mana pihaknya sudah merekrut sekitar 200 ada dokter, 100 perwatan untuk medical science di seputar Mandalika. “Di mana 15 dokter, 60 perawat untuk ambulance yang punya akses ke sirkuit, ini sendiri terpisah. Jadi ada 265 orang yang sudah kita rekrut rencana Februari akan dilatih. Merekalah yang akan jadi komandan yang lain-lain nanti,” ujarnya. (sal)