Ribuan Warga Ikut Aksi Bela Tauhid di Mataram

Aksi Bela Tauhid
AKSI : Aksi bela tauhid yang diikuti berbagai elemen masyarakat di Mataram kemarin. (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Ribuan warga ikut aksi bela tauhid di Mataram kemarin. Aksi dimulai usai salat jumat di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center (IC) Mataram.

Salah seorang orator adalah Deddy AZ, yang pernah menjadi Ketua Aliansi Umat Islam (AUI) NTB. Dalam orasinya ia menyampaikan pembakaran bendera lafaz tauhid oleh oknum di Jawa Barat adalah penghinaan terhadap Islam. “ Tidak boleh ada seorang pun menghina Islam. Kita siap bela Islam dengan darah,” ungkapnya.

Menurut Deddy, Islam merupakan agama yang mengajarkan kedamaian. Pemeluknya sangat mencintai suasana yang damai. “ Tapi saat Islam diusik, pantang surut dan mundur. Mereka jual, kita beli dengan jiwa dan darah,” tegas politisi PKS ini.

Aksi ini diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu. “ Tuntutan kami untuk segera ditangkap orang yang bakar bendera. Yang dibakar itu bendera umat Islam, bukan bendera HTI. Tidak ada juga kita lihat tulisan HTI,” kata Wakil Panglima Laskar Majelis Mujahidin Indonesia, Taufan.

Menurutnya, kalimat tauhid adalah milik umat Islam. Bukan milik organisasi tertentu. “ Bendera yang kami bentangkan saat ini adalah milik umat Islam. Kami tidak peduli jika ada Ormas yang pakai,” ujarnya.

Pristiwa pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid, menurutnya tidak boleh dibiarkan. Mengingat, kalimat itulah yang akan membawa umat Islam bisa masuk sorga.

Aksi yang dilaksanakan, untuk menunjukkan pada dunia, bahwa masih ada pembela agama Islam dan pembela kalimat tauhid. “ Kami ingin tunjukkan, bahwa kami tidak rela kalimat yang kami agungkan dibakar,” ucapnya.

Warga menggelar longmarch dari IC menuju Mapolda NTB. Aksi berjalan tertib dengan pengawalan aparat keamanan.(zwr/cr-der)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut