Semua Puskesmas Belum Punya IPAL Padat

ILUSTRASI PUSKESMAS

TANJUNG –Semua puskesmas di Lombok Utara sampai saat ini belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal (padat). Untuk proses pendirian IPAL padat masih menunggu perlengkapan persyaratan. “Kalau IPAL Padat belum semua punya, karena proses pendiriannya kita masih menunggu pelengkapan persyaratan,” terang Plt Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara Syamsul Bahri, kemArin (26/1).

Saat ini, kata Syamsul, pihaknya masih menggunakan alat pembakar sederhana untuk mengolah limbah medis padat ini. Karena untuk pembakaran limbah medis ini membutuhkan incenarator dan penyediaannya membutuhkan izin seperti UKL/UPL. “Kita sedang proses untuk limbah medis padat ini,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya saat ini untuk limbah padat seperti jarum suntik dan peralatan lainnya masih disimpan. Diakui, bahwa keberadaan IPAL padat ini sangat penting dari sisi kesehatan masyarakat dan petugas dan menghindari pencemaran lingkungan. “Urgen sekali sangat dibutuhkan,” tandasnya.

[postingan number=3 tag=”puskesmas”]

Sementara itu, pihaknya saat ini baru menyediakan IPAL cair. Yang sudah punya IPAL cair baru Puskesmas Pemenang, Santong, Kayangan, Bayan, dan Senaru. Sedangkan, Puskesmas Nipah belum punya dan Puskesmas Gili Trawangan memiliki IPAL sendiri. Khusus pembangunan IPAL cair di Puskesmas Nipah akan dilakukan pada tahun 2018 mendatang setelah puskesmas itu menjadi rawat inap. “Baru lima yang sudah punya IPAL cair,” ungkapnya.

Untuk diketahui, bahwa pembangunan IPAL ini bertujuan untuk mengurai limbah cair dari puskesmas yang dikhawatirkan bisa mencemari lingkungan dan kesehatan dengan kecenderungan adanya penyakit yang terbawa. Adanya IPAL, higenitas layanan kesehatan lebih terjamin.

Dijelaskannya, keberadaan IPAL ini sangat penting untuk mencegah pencemaran lingkungan dan menjaga kesehatan masyarakat dan petugas di puskesmas. ”Kalau IPAL cair ini begitu diolah airnya bisa dimanfaatkan hanya untuk menyiram,” katanya.

Rencananya, penambahan IPAL di Puskesmas Nipah akan dilakukan 2018 mendatang setelah puskesmas menjadi rawat inap. ”Penambahan rawat inap dilakukan 2017 ini, jadi kita upayakan tahun 2018 sudah punya IPAL,” tandasnya.

Menurut Syamsul, IPAL yang ada di Puskesmas ini sudah standar melihat dari kunjungan rawat inap dimana rata-rata di tiap puskesmas misalnya tempat tidur 10 terisi hanya setengahnya setiap harinya. (flo)