Puan Maharani Dinilai Lebih Menjual di NTB

Baliho Puan Maharani, Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDIP terpasang di Lombok Tengah. (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Baliho Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani menjamur di kabupaten/kota di NTB. Kedua figur nasional itu disebut-sebut ingin merebut simpati masyarakat NTB untuk pencapresan 2024.

Lantas siapa yang lebih laku di NTB, apakah Airlangga atau Puan? Pengamat Politik Universitas Mataram Dr Saipul Hamdi berpandangan, figur Puan selaku Ketua DPR RI lebih menjual di masyarakat NTB daripada Airlangga. “Untuk NTB, Puan Maharani lebih menjual,” kata alumni Fisipol UGM Yogyakarta itu, kepada Radar Lombok, Selasa kemarin (3/8).

Sebagai trah Soekarno, Puan relatif punya pemilih loyal dan militan di NTB. Di antaranya, komunitas Bali di Lombok, kelompok abangan, dan lainnya. Di samping mesin politik PDIP dan perangkat pendukung juga solid dan militan. “Salah satu keunggulan PDIP itu adalah kader yang dikenal loyal dan militan,” paparnya.

Berbeda dengan Airlangga, Menko Perekonomian itu cenderung tidak punya pemilih loyal, meskipun menjabat sebagai Ketum Golkar. Apalagi parpol warisan orde baru itu dikenal tidak solid. Acap kali dalam Pilpres, mesin parpol Golkar sulit kompak. Terlalu banyak intrik dan faksi di internal.

BACA JUGA :  Wakil Gubernur NTB (2013-2018) Muhammad Amin Meninggal Dunia

Dia juga melihat, kepemimpinan Airlangga di Golkar kurang gereget. Airlangga dinilai tidak terlalu pandai memainkan momentum politik untuk meningkatkan posisi partainya. Kader Golkar yang biasanya cukup mahir melakukan akrobat politik, malah terlihat melempem. Nyaris kritisme dan atraksi politik Golkar tersendera dan tumpul. “Pamor Golkar relatif redup di bawah kepemimpinan Airlangga. Nyaris publik tidak melihat manuver politik Golkar menyikapi kondisi yang ada,” urainya.

Beda dengan Puan, dukungan birokrasi juga akan menjadi modal pentingnya. Sebagai petinggi parpol PDIP, Puan bisa memainkan kekuatan dan jaringan birokrasi. Terlebih pelaksana tugas kepala daerah akan ditunjuk pemerintah pusat. Sudah rahasia umum, birokrasi menjadi mesin politik yang cukup efektif dalam mendulang suara. “Dukungan birokrasi untuk Airlangga tidak sekuat dimiliki Puan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  FPDI Siap Lobi Fraksi Lain

Pengamat politik lainnya, Ihsan Hamid mengatakan, baik Airlangga atau Puan dianggap memiliki kesempatan sama untuk merebut sebanyak-banyaknya dukungan masyarakat NTB. Namun tentu bicara persaingan merebut simpati, harus ada satu yang lebih unggul dari yang lain. Tidak mungkin mendapat suara persis sama. Menurutnya, ada peran parpol, penyelenggara negara, dan dukungan birokrasi. “Terlihat Puan tampaknya lebih berpeluang,” imbuhnya.

Tetapi dengan catatan Puan tidak hanya selesai dengan pamer-pamer baliho, harus ada sentuhan spesial dari Presiden Jokowi. “Kalau Jokowi dukung Puan saya kira dampaknya akan sangat spesial, ini terlepas tidak ada calon lain ya, hanya dua orang itu Puan dan Airlangga,” imbuhnya.

Belum lagi dari sisi dukungan kader yang sangat militan dari PDIP ketimbang infrastruktur Golkar. Sehingga, Ihsan melihat Puan berpeluang lebih laris daripada Airlangga. “Puan akan sangat diuntungkan di NTB,” pungkasnya. (yan)