Proyek KSPN Tiga Gili Tetap Berjalan

CEK: Tim Pemda KLU turun ke lokasi sengketa lahan tempat akan dibangunnya proyek KSPN(ist)

TANJUNG – Fasilitas pendukung pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Gili Trawangan, Meno, dan Air mulai dibangun.

Anggaran pembangunan dari pusat untuk KSPN ini tak terpengaruh dengan refocusing penanganan covid-19. “Sekarang ini lagi dalam proses pembangunan di tiga gili. Spot-spot yang menjadi pusat perhatian seperti Danau Gili Meno, jalan, PJU (penerangan jalan umum) hingga dermaga akan dibangun oleh pusat. Kita diminta mendampingi ataupun memediasi apapun yang sekiranya terjadi kendala di lapangan,” ungkap Kasubag Monitoring dan Evaluasi pada Bagian Adminstrasi Pengendalian Pembangunan Setda KLU A. Hapid. H. Yusuf.

Menurutnya, suksesnya pembangunan KSPN ini nanti juga berpengaruh terhadap daerah. Karena infrastruktur yang dibangun itu dianggarkan oleh pusat untuk mendukung suksesnya MotoGP Mandalika 2021. “Dananya KSPN itu lebih dari Rp 70 miliar untuk pembangunan tiga gili dan fokus di tiga gili. Di sekitar danau juga sudah mulai dibangun dan akan dibangun jalan lingkarnya, karena masih terkendala dengan warga pemilik tanah yang akan dilalui, maka kami bertugas melakukan mediasi,” terangnya.
“Termasuk bagian Dermga Gili Air yang akan dibangun kembali. Kita lagi memediasi dengan pihak Desa Gili Indah. Karena dermaga di bagian loket yang panjangnya sekitar 50 meter itu adalah aset desa. Status aset desa itu harus dihapus terlebih dahulu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabag Administrasi Pengendalian Pembangunan Hasto menegaskan, program KSPN merupakan program pusat yang lebih kepada pembangunan infrastruktur. KLU menjadi salah satu daerah yang kebagian program itu, selain Lombok Tengah dan Lombok Barat. “Anggarannya cukup besar, yang menjadi prioritas itu adalah tiga gili. Kita sebagai daerah yang mendapatkan manfaatnya turut andil dalam berbagai hal termasuk memediasi perosalan yang terjadi di lapangan. Hanya itu saja,” tegasnya.

Terpisah, kuasa hukum pemilik lahan yang terkena pambangunan jalan lingkar Danau Meno, Agus Salim mengatakan, pemilik sudah mengikhlaskan sekitar 14 are untuk dijadikan jalan lingkar. “Dari pemilik sudah selesai karena itu untuk menjadikan obyek wisata menjadi menarik. Kalau dari kami sudah selesai, namun dikhawatirkan pemilik yang sebelah-sebelah ini yang protes,” katanya. (flo)