Prancis Pantau Pencarian Warganya yang Hilang

PENCARIAN: Petugas Basarnas saat melakukan pencarian terhadap korban di perairan Gili Matra. (IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Memasuki hari kelima, pencarian Lidyie Annie Mauricette (50) WNA Perancis yang hilang di perairan Gili Trawangan belum membuahkan hasil.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor SAR Mataram Muhdar mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim rescue dari Pos Siaga SAR Bangsal untuk penelusuran seputar perairan Gili Matra (Trawangan, Meno dan Air), namun hasilnya masih nihil.

Terkait apa yang menjadi kendala selama pencarian, Muhdar mengaku bahwa salah satu kendalanya adalah tidak ada yang mengetahui pasti titik mana korban tenggelam. “Tidak ada seorang pun yang melihat hilangnya di mana. Kita hanya berdasarkan gambaran dari anaknya yang mengaku korban hendak berenang dari Gili Trawangan menuju Gili Meno,” bebernya, Kamis (22/12).

Kendala lainnya adalah cuaca. Saat ini angin cukup kencang. Di samping itu gelombang cukup tinggi. “Prediksi kita korban mungkin sudah semakin jauh,” jelasnya.

Baca Juga :  Ritel Modern di KLU Diizinkan, Surak Agung Siap Demo

Meski begitu, Muhdar menegaskan bahwa pihaknya belum memutuskan untuk menghentikan pencarian. Tim SAR bersama stakeholder terkait lainnya masih berupaya menemukan keberadaan korban.

Batas waktu pencarian sampai hari ketujuh. Hal ini sesuai UU Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Pencarian dan Pertolongan. Pada sisa waktu ini pihaknya akan berupaya maksimal menemukan korban.

Selama masa pencarian, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Prancis di Jakarta. Setiap perkembangan tetap disampaikan.

“Hampir setiap hari mereka menanyakan perkembangan dan tetap kami informasikan pencarian kita sesuai dengan rencana operasi. Di mana kita sampaikan bahwa semua unsur TNI, Polri, masyarakat telah dilibatkan,” ucapnya.

Sementara dua anak korban, sudah meninggalkan Indonesia dan balik ke negaranya. Mereka sudah menyerahkan wewenang kepada hotel tempatnya menginap sebagai tempat koordinasi.

Selama masa pencarian ini, apakah ada bantuan dari Kedutaan Prancis? Muhdar mengaku belum ada bantuan sejauh ini. Pihaknya hanya memaksimalkan bantuan stakeholder terkait yang ada di KLU. “Sementara  ini belum ada (bantuan),” pungkasnya.

Baca Juga :  PT BAL Berhenti Beroperasi, PDAM Siap Distribusi Air ke Gili Meno dengan Perahu

Untuk diketahui, Lidyie Annie Mauricette dikabarkan hilang Minggu (18/12), setelah sebelumnya berenang dari Gili Trawangan ke Gili Meno pukul 13.00 WITA. Hal itu berdasarkan pengakuan dari dua anak korban kepada petugas.

Sekitar pukul 17.00 WITA hari itu, korban tak juga menunjukkan diri. Anak korban menyampaikan pada guide yang ada di depan Wah Resort bahwa ibunya berenang menuju Gili Meno.

Warga lokal di Gili Trawangan yang mendengar hal itu kemudian  menyampaikan kepada kedua anak, bahwa tidak mungkin korban bisa berhasil sampai ke Gili Meno dengan cuaca saat itu. Dari sana anak korban mulai panik dan melaporkan kejadian tersebut ke petugas. (der)

Komentar Anda