Potensi Wisata Pohon Raksasa Belum Dikelola Maksimal

POHON RAKSASA PENINGGALAN JAMAN BELANDA
POHON LIAN: Tampak sejumlah pengunjung sedang istirahat, dan foto dibawah pokok pohon Lian berusia ratusan tahun yang kini mulai populer sebagai obyek wisata keluarga. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

Keberadaan pohon-pohon raksasa jenis Lian yang ada di Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Lotim, kini populer di kalangan wisatawan. Sayangnya, potensi wisata yang ada ini ternyata belum dikelola maksimal.


JANWARI IRWAN – LOTIM


BERADA dibawah rerimbunan pohon, sudah pasti akan membuat orang merasa sejuk dan nyaman, seperti sedang berada di tengah hutan. Apalagi pepohonan tempat berteduh itu adalah pohon purba berusia ratusan tahun, seperti pohon-pohon Lian yang ada di Desa Gunung Malang.

BACA JUGA : Pohon Raksasa Berusia Ratusan Tahun, Jadi Idola Wisatawan

Apalagi ditambah hembusan angin sepoi-sepoi, membuat para wisatawan yang datang menjadi betah berlama-lama. Karena itu, tak mengherankan kalau obyek wisata baru ini sekarang mulai ramai dikunjungi wisatawan, tak hanya wisatawan lokal atau nusantara saja, tetapi juga mancanegara.

Selain itu, tak jauh dari lokasi pohon Lian, terdapat juga pantai yang cukup menawan. Menariknya, pantai ini memiliki nama yang cukup unik, yakni pantai pidana.

“Sayang, menurut saya potensi ini masih belum dikelola dengan baik. Seandainya ditata, dan rumputnya ditanam dan dirawat lebih bagus. Termasuk menambah berbagai fasilitas publik, sehingga kompleks pohon Lian ini memang layak untuk dijadikan obyek wisata,” kritik Rina, salah seorang pengunjung.

Memang, di lokasi pohon-pohon Lian ini tumbuh masih sangat alami. Kalaupun ada sentuhan, itu hanya berupa sejumlah berugaq yang dibuat berjejer rapi di sekitar area pohon. Sementara sentuhan yang dimaksud para pengunjung, yakni adanya fasilitas penunjang yang bisa menjadi ciri khas pohon Lian. “Misalnya saja rumah pohon. Selain itu, kalau bisa ada tempat untuk outbond, atau jembatan yang dapat menghubungkan satu pohon dengan pohon lainnya, pasti akan lebih menarik,” saran Rina.

Jadi sambungnya, selama ini keberadaan pohon-pohon Lian ini hanya sebatas menjadi tontonan saja. Potensi yang dinilai sangat luar biasa ini masih belum tergarap maksimal. “Ini kan punya pribadi. Kami hanya di suruh menjaga. Kalau kami tergantung orang yang punya. Kecuali lokasi pohon di sebelah itu. Ada memang area yang miliknya Pemda,” kata Suhardi, salah seorang penjaga sekaligus pengelola pohon.

Diakui Suhardi, sejumlah pengunjung telah memberikan masukan agar keberadaan pohon Lian ini bisa lebih dipoles. Misalnya dari masukan wisatawan asing, keberadaan pohon ini diharapkan bisa dikelola menjadi rumah pohon.

Selain itu, lokasi tumbuhnya sejumlah pohon ini dinilai cocok sebagai tempat liburan keluarga. Sehingga pohon Lian diyakini ke depan akan menjadi tempat wisata keluarga. “Ya memang betul itu. Tempat ini sudah beberapa kali diusulkan jadi destinasi wisata keluarga,” bebernya.

Hanya saja, nampaknya pemilik lahan tempat tumbuhnya pohon ini, hingga Pemda belum peka dengan potensi yang ada. Justeru yang berkembang adalah cerita mistis yang menyelimuti keberadaan pohon-pohon Lian ini.

Konon dikatakan, beberapa orang penjaga pohon pernah bertemu dengan mahluk halus yang diyakini sebagai penunggu pohon ini. “Wujudnya berupa putri cantik. Dia melayang dan terbang. Bahkan ada penjaga yang mengaku pernah dipeluk oleh putri ini ketika sedang tidur di Berugak,” tutur Suhardi.

Selain itu, pohon-pohon Lian ini juga dinilai aneh. Dimana ketika ada pohon yang tumbang, biasanya itu terjadi tengah malam, saat tidak ada lagi orang beraktivitas. Sehingga tidak mencelakakan bagi orang lain. “Itu dia anehnya. Kalau ada yang tumbang, biasanya selalu di atas jam 12 malam,” ungkap Suhardi. (*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid