Polisi Amankan Motor Bodong di Lokasi Balap Liar

DIANGKUT : Polisi mengangkut sepeda motor bodong di lokasi balap liar di jalur bypass BIL tepatnya di Desa Dasan Tapen Kecamatan Gerung. (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Balap liar masih marak terjadi di di wilayah Lombok Barat. Sabtu (18/9), tim Polres Lobar mengamankan lima unit sepeda motor tanpa dokumen saat patroli. Kasat Samapta Polres Lobar, AKP Bambang Indrat, mengatakan, temuan tersebut diperoleh saat kegiatan patroli malam jajarannya. Patroli sendiri dilakukan dari malam hingga dini hari tadi dalam rangka mencegah terjadinya aksi kejahatan dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) lainnya. “Jadi saat melakukan kegiatan patroli, tim menerima informasi dari masyarakat bahwa ada balap liar di wilayah hukum Polres Lobar,” ungkapnya, Minggu (19/9).

Informasi ini langsung ditindaklanjuti dengan meningkatkan intensitas kegiatan patroli, terutama di lokasi-lokasi yang dianggap berpotensi rawan terjadinya aksi balap liar. “Sehingga di sekitar jalan bypass di Dasan tapen Gerung, dilakukan penyekatan, menyasar kegiatan balap liar ini,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Ratusan Warga Mengadang Eksekusi Lahan Kantor Desa Gunung Sari

Polisi mengejar pelaku balap liar. “Sehingga lima unit kendaraan kami amankan. Disamping tidak dilengkapi dengan dokumen, kendaraan juga tanpa kelengkapan sesuai dengan aturan dalam berlalulintas,” ungkapnya.

Diantaranya tanpa dilengkapi lampu, tanpa tanda nomor kendaraan, menggunakan knalpot brong (bising), bahkan beberapa diantaranya telah dimodifikasi dengan spek balap. “Langsung diamankan ke Mapolres Lobar, untuk diproses selanjutnya. Sedangkan pengendara diarahkan pulang ke rumah masing-masing, mengingat sudah larut malam,” katanya.

BACA JUGA :  Pol PP Diminta Aktif Tindak Balap Liar

Selain itu, dalam kegiatan patroli malam ini ditemukan aktivitas pemuda mencurigakan. Dimana saat mereka melihat patroli mereka langsung melarikan diri.“Di sekitar wilayah Beleka Gerung ditemukan sekelompok pemuda sedang berkumpul. Kita sambangi mereka karena menunjukkan gelagat yang mencurigakan,” sambungnya.

Mereka kedapatan sedang menenggak minuman keras. “Untuk memberikan efek jera, langsung memanggil ketua RT setempat, untuk diberikan pembinaan dan imbauan, agar mereka tidak mengulangi kembali perbuatannya,” terangnya.

Kasat Samapta mengharapkan, melalui upaya preventif ini, situasi Kamtibmas di Lombok Barat tetap terjaga. “Terlebih saat ini masih dalam masa pandemi, sehingga protokol kesehatan (Prokes) juga menjadi prioritas kami,” pungkasnya.(ami)