Pohon Pelindung Ditebang Harus Diganti

HARUS DIGANTI: Banyaknya pohon pelindung di pinggiran jalan di Kota Mataram yang ditebang untuk perbaikan atau pelebaran jalan, harus segera diganti agar Kota Mataram agar tidak gersang.(SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Ditebangnya ratusan pohon pelindung di tiga ruas jalan di Kota Mataram, seperti di Jalan Panca Usaha, Jalan Pendidikan, Jalan Ade Irma, dan Jalan Dr Wahidin, untuk pelebaran atau perbaikan jalan, cukup membuat publik bertanya-tanya. Tercatat ada sebanyak 427 pohon pelindung yang telah ditebang, untuk kepentingan proyek pelebaran jalan yang sedang dicanangkan Pemerintah Provinsi NTB.

Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Shinta Primasari mengatakan, seharusnya perlu ditingkatkan populasi  pohon pelindung, guna menunjang perluasan ruang terbuka hijau dan menambah fungsi sebagai paru-paru kota. Dan juga untuk menambah keasrian lingkungan perkotaan dan jalan raya.

“Kita sangat sayangkan banyak pohon pelindung yang ditebang sembarangan. Sementara masih ada jarak dari proyek pelebaran jalan, namun pohon tetap ditebang. Semestinya tidak semua (ditebang),” katanya kepada Radar Lombok, Rabu kemarin (14/4).

BACA JUGA :  Pencegahan Korupsi di Mataram Jauh Ungguli Pemprov NTB

Berbagai jenis  pohon pelindung seperti glodogan pecut, trembesi, ketapang, pucuk merah, mahoni, dan kenari, semua ikut ditebang. Akibatnya, ruas jalan di Kota Mataram sekarang menjadi gersang dan panas, serta udara perkotaan semakin tercemar. Padahal dari segi lokasi pohon, tidak semua harus ditebang, karena masih ada ruang.

Pemerintah Kota Mataram maupun Pemprov NTB, kata Sinta, harus sigap dan tidak memberikan toleransi pada kontraktor pemenang tender ketika melakukan penebangan yang salah. Dari awal sebelum proses penebangan, semestinya sudah ada titik-titik lokasi penebangan, dan bukan semua pohon pelindung. “Kita minta supaya ada pohon pengganti yang setara dengan pohon pelindung yang sudah ditebang,” tegasnya.

Padahal, selama ini pemerintah selalu mencanangkan gerakan seribu penanaman pohon. Hal ini untuk menyelematkan paru-paru kota, serta menjaga udara Kota Mataram. Ini juga demi kebaikan Kota Mataram ke depan, sehingga bisa terbebas dari bencana alam.

BACA JUGA :  Baru Bebas Bersyarat,Eh...Sudah Tertangkap Lagi

Ketika pohon sudah banyak dibabat habis, tetu akan berdampak terhadap lingkungan yang buruk ke depan. Seperti banjir yang mudah menyerang Kota Mataram. “Kita harus selamatkan bersama-sama lingkungan Kota Mataram saat ini,” imbaunya.

Senada, Anggota Komisi III lainnya, Ahmad Azhari Gufron menambahkan, untuk kondisi beberapa pohon pelindung di beberapa ruas jalan yang masih bisa diselamatkan, mestinya dipikirkan terlebih dahulu.

“Rata-rata pohon pelindung masih dalam kondisi bagus, serta menjadi salah satu identitas di jalan tersebut, selain juga merupakan paru-paru Kota Mataram. Apalagi semua lokasi penebangan pohon ini ada di jantung kota,” kritiknya. (dir)