Perbankan Diminta Perketat Penerapan Protokol Covid-19

PEGAWAI POSITIF
PEGAWAI POSITIF : Nampak salah satu perbankan di Cakranegara, Kota Mataram yang didatangi Gugus Tugas Covid-19 untuk dilakukan kontak tracing.

MATARAM – Di tengah wacana penerapan New Normal, penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) di NTB justru semakin meningkat drastis. Bahkan, kini penyebaran virus Covid-19 ini sudah mulai menyasar pegawai sejumlah perbankan yang ada di Kota Mataram. Bahkan, terdapat 12 pegawai salah satu bank berkantor pusat di Kota Mataram tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Sebelumnya, pada Senin (6/7) Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto bersama tenaga medis dan didampingi Camat Cakranegara Muhamad Erwan dan Danramil 1606-01 Cakranegara Kapten Infanteri Asep Okinawa dan Lurah Cilinaya Gusti Agung Nugrahheni mendatangi kantor Bank BTN Cabang NTB untuk melakukan contak tracing. Kehadiran mereka tersebut diterima langsung Kepala Bank BTN Cabang NTB Baharuddin.

Hasil tracing oleh Gugus Tugas Covid-19 di sejumlah perbankan di Kota Mataram tersebut, didapatkan 12 orang pegawai bank positif Covid-19. Terkait hal tersebut, dipastikan pelayanan perbankan kepada nasabah tidak akan terganggu. Kemungkinan akan ada beberapa perbankan akan tutup sementara.

“Insyaallah tidak mengganggu aktifitas bank. Ya mungkin ada beberapa kantor yang di tutup sementara,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB Farid Faletehan, kepada Radar Lombok, Jumat (10/7).

Sejauh ini untuk pelayanan di seluruh bank yang masih berjalan dengan baik, dengan tetap menarapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19. Bahkan, setelah munculnya kabar ditemukan ada karyawan sejumlah perbankan positif Covid-19, masih buka dan belum ada yang tutup.

“Kalau bank tutup, tidak ada sampai saat ini. Biasanya nanti bank akan merelokasi pelayanannya di kantor terdekat,” jelasnya.

Ditengah kondisi pandami covid-19 saat ini pelayanan di bank tetap harus dilakukan. Nanti dari perbankkan akan mengatur jadwal mereka, mulai dari jam buka, pelayanan di teller, costumer service dan lainnya, tentunya sesuai dengan protokol Covid-19.

“Selama pandemi Covid-19, pelayanan masing-masing bank beda-beda dan diatur sesuai kebijakan bank,” terangnya.

Kendati demikian, karyawan perbankan mana saja yang terpapar oleh virus Covid-19 dari OJK tidak mengetahui hal tersebut. Disisi lain, dengan adanya karyawan perbankan yang positif terpapar virus Corona, kemungkinan masyarakat akan takut untuk ke bank.

“Prinsipnya harus terus di jaga prosedur Covid-19 untuk setiap kegiatan,” imbuhnya.

Sebagai informasi penyebaran virus covid-19 semakin melonjak di Kota Mataram. Sebelumnya, penyebaran virus Corona tersebut tidak hanya di pasar tradisional saja, tapi perkantoran juga. Seperti di daerah Cilinaya tercatat 12 karyawan di salah satu perbank terpapar virus covid-19. Tak hanya itu, satu pemilik rumah makan di daerah Cilinaya juga dinyatakan positif covid-19.

Terpisah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Achris Sarwani, mengatakan untuk penanganan mengikuti protokol Covid-19 terhadap yang bersangkutan (pasien) mengikuti Satgas Covid-19 pemerintah. Sedangkan di kantor ada protokol internal bank tentang Covid- 19.

“Pertama terhadap pegawai bank itu sendiri yang diindikasikan mungkin tertular dengan  tracing yang ketat. Yaitu dilakukan rapid test dan swab jika terbukti reaktif,” ujarnya.

Lebih lanjut, kedua terhadap kantor dan peralatan dilakukan disinfektan untuk memastikan menjadi bebas virus Corona di kantor. Seperti dilakukan sesegera mungkin dengan memanfaatkan waktu yang terbatas.

“Misalnya, pada sore atau malam atau bisa di hari sabtu atau minggu, atau jika terpaksa sekali, maka layanan ditiadakan dulu selama 1 hari untuk proses disinfektan,” pungkasnya. (dev)

BACA JUGA :  Rapid Tes, Anggota Dewan Reaktif