Positif Covid-19, Nakes Hamil Meninggal

PELEPASAN: Suasana pelepasan salah seorang Nakes di RSUD Praya yang meninggal terpapar Covid-19, Minggu kemarin (21/3). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYAKasus Covid-19 yang merenggut korban jiwa di Lombok Tengah masih terus terjadi. Bahkan kali ini, pasien positif Covid-19 yang meninggal adalah salah seorang tenaga kesehatan (nakes) yang sehari-hari bertugas menjadi perawat di ruang Tunjung laki-laki  RSUD Praya.

Korban yakni Baiq Khaera Humairo, warga Kwang Rundun, Kelurahan Gonjak, Kecamatan Praya. Ia meninggal dunia pada Sabtu (20/3) di RSU Provinsi NTB. Selain positif Covid-19, korban juga diketahui dalam keadaan mengandung atau hamil lima bulan. Diagnosa utama Covid-19 dan penyakit comorbid yakni pneumonia atau hasil bacaan foto rontgen pneumonia bilateral.

Humas RSUD Praya, dr Yudha Permana menyatakan, korban dinyatakan positif Covid-19 pada 15 Maret dan sedang dalam keadaan hamil. Almarhumah kemudian dirawat di RSUD Praya. Tapi karena kondisi yang memburuk membuat pihak RSUD Praya merujuknya almarhumah pada 17 Maret ke RSU Provinsi. “Tetapi Allah menakdirkan kemarin siang (Sabtu, red) sekitar pukul 12.39 beliau wafat dengan bayinya. Dan ini berita yang menggetarkan kami semua para nakes. Karena perjuangan yang luar biasa bagi almarhumah yang merupakan sosok perawat yang luar biasa, rajin, santun dan baik serta penuh dedikasi,” ungkap Humas RSUD Praya dr Yudha Permana saat dihubungi Radar Lombok, Minggu kemarin (21/3).

Yudha mengaku, ini adalah nakes yang pertama meninggal untuk RSUD Praya. Total nakes yang terpapar Covid-19 dari tahun 2020 lalu sampai dengan saat ini di RSUD Praya ada 53 orang. “Prosesi pelepasan jenazah tadi sekitar pukul 09.00 wita kemudian disalatkan dan menuju lokasi pemakaman,” terangnya.

Yudha menegaskan, pelepasan sendiri dilakukan berbagai kalangan terutama para nakes yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan berbagai organisasi profesi lainnya yang kemudian ikut mengantar ke pemakaman umum yang berada di Kwang Rundun. “Pak Wakil Bupati (Nursiah, red) juga dalam sambutannya sangat menggetarkan hati kami para nakes. Apresiasi dan penghormatan beliau sampaikan kepada kami, jadi jangan sampai kita menurunkan tensi perjuangan. Harus terus lanjut sambil kita semua memberi edukasi kepada masyarakat untuk patuh terhadap prokes,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI ) Lombok Tengah, H Lalu Najmul Erpan mengaku, almarhumah merupakan perawat pertama di Lombok Tengah yang meninggal dunia akibat Covid-19. Namun pihaknya tidak bisa memastikan secara pasti dimana almarhumah terpapar virus corona ini. “Karena almarhumah merupakan perawat, bisa jadi terpapar di RSUD  Praya atau di luar RSUD Praya, dan itu tidak bisa kami pastikan,” tambahnya.

Pihaknya mewakili organisasi perawat di Lombok Tengah merasa sangat kehilangan atas kepergian almarhumah. Meskipun dalam keadaan hamil, korban diketahui selama ini tetap memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. “Kami sangat merasa kehilangan. Almarhumah adalah pahlawan, meskipun dalam keadaan hamil tapi tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya. (met)

BACA JUGA :  Pemuda NW NTB Salurkan Bantuan APD untuk Tenaga Medis